Harga Cengkih di Lamsel Terus Merosot
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Harga cengkih sejak awal Mei hingga Juni tahun ini di Lampung Selatan terus mengalami penurunan. Pada awal Mei harga kondisi kering mencapai Rp98.000 dan terus anjlok ke angka Rp82.000 per kilogram.
Alwan (30) warga dusun Way Lahu desa Tengkujuh kecamatan Rajabasa Lampung Selatan menyebutkan, ia bersama petani lainnya memilih menyimpan dan menjual cengkih dengan jumlah terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saya menjual cengkih saat kebutuhan mendesak karena pada musim panen harga masih anjlok dan produksi panen juga tidak maksimal,” terang Alwan saat ditemui Cendana News, Senin (9/7/2018).
Kondisi cengkih yang dijual ke pengepul di Kalianda dipengaruhi kualitas pengeringan. Harga jual cengkih kering terkena jamur pada musim panen tahun ini bahkan bisa Rp50.000 per kilogram.
Antisipasi cengkih berjamur, sebagian warga bahkan memanfaatkan secara maksimal kondisi panas matahari. Proses penutupan jalan masuk menuju ke perkampungan warga bahkan terpaksa dilakukan agar warga bisa menjemur.
“Sebagian warga yang melintas sudah maklum karena imbas cengkih yang tidak kering sempurna harga bisa murah,” papar Alwan.

Pemilik ratusan batang cengkih varietas zanzibar tersebut mengaku harga yang anjlok membuatnya memilih untuk menyimpan. Penuhi kebutuhan sehari hari, ia hanya menjual menjual daun dan cangkang cengkih. Harga daun cengkih Rp500 per kilogram dan cangkang dibeli pengepul Rp5.000 per kilogram.
“Kita stok cengkih di gudang sebagian akan dijual saat harga membaik menyesuaikan kebutuhan pasokan bahan baku pembuatan rokok,” beber Fitri.
Cengkih basah sebanyak enam kobok disebutnya bisa menjadi satu kilogram cengkih kering. Setelah kering langsung disimpan. Sebagian dijual saat membutuhkan dana untuk membiayai anak sekolah pada tahun ajaran baru, membangun atau merenovasi rumah.