Siswa Miskin di DIY Berbondong-bondong Mencari SKTM

Editor: Mahadeva WS

YOGYAKARTA – Ratusan siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu di berbagai wilayah di DIY memenuhi Balai Pendidikan Menengah di kabupaten kota yang ada di provinsi tersebut. Mereka berbondong-bondong mencari rekomendasi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). 

SKTM diperlukan untuk mengikuti proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK melalui jalur khusus yang akan segera digelar. Tahun ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menyiapkan kuota 5.560 kursi bagi siswa pemegang SKTM.

Jumlah tersebut mencapai 20 persen dari total daya tampung siswa SMA/SMK di DIY yang mencapai 27.800 kursi. “Jumlah kuota untuk siswa kurang mampu tahun ini tetap sama seperti tahun lalu. Yakni 20 persen dari total kursi yang ada. Yang membedakan, tahun ini surat rekomendasi SKTM bisa didapat di Balai Dikmen masing-masing kabupaten. Jadi tidak harus ke Disdikpora seperti tahun lalu,” ujar Kasi Perencanaan Dikmen Disdikpora DIY, Bachtiar Nur Hidayat, Selasa (26/6/2018).

Kasi Layanan Pendidikan, Balai Dikmen Kota Yogyakarta, Ngatini – Foto: Jatmika H Kusmargana

Kasi Layanan Pendidikan, Balai Dikmen Kota Yogyakarta, Ngatini menyebut, pihaknya mulai membuka layanan pengajuan SKTM sejak Senin (25/6/2018). Layanan akan diberikan hingga Jumat (29/6/2018) mendatang. Hingga Selasa (26/6/2018) tercatat sudah ada 400 lebih surat rekomendasi SKTM dikeluarkan.

“Pendaftar yang akan menggunakan jalur SKTM harus mengajukan ke Dinas Sosial kabupaten dan kota di DIY terlebih dahulu. Setelah mendapatkan SKTM kemudian dibawa ke Balai Dikmen Kabupaten dan Kota masing-masing untuk direkomendasikan. Setiap hari kita batasi hanya sampai 200 surat saja, karena keterbatasan tenaga,” tambahnya.

Ngatini menyebut, setiap siswa di lima kabupaten dan kota di DIY tahun ini dapat mencari surat rekomendasi SKTM di seluruh Balai Dikmen. Pengurusan tidak harus menyesuaikan wilayah kabupaten kota masing-masing. Hal itu diterapkan untuk memudahkan siswa di daerah agar lebih dekat dalam mengurus SKTM.

Sementara itu salah seorang warga pencari SKTM, Sunaryana asal Bausasran, Yogyakarta, mengaku kurang mendapat sosialisasi informasi mengenai proses pencarian SKTM. Dia menyebut, harus beberapa kali bolak balik melengkapi syarat yang diperlukan karena tidak mengetahui kelengkapannya.

“Ya sempat balik karena syarat kurang lengkap dan tidak tahu jadwalnya. Kemarin juga sudah kesini tapi tutup. Hari ini saya datang lagi sejak pagi tapi hampir dua jam belum selesai karena ternyata yang mencari banyak dan membludak,” pungkasnya.

Lihat juga...