Menparekraf dorong lulusan perguruan tinggi buka lapangan kerja baru
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
YOGYAKARTA Cendana News — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno mendorong setiap lulusan baru perguruan tinggi untuk terjun berwirausaha sesuai keilmuan masing-masing sehingga turut berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja.
Menurut Sandiaga, dengan menjadi wirausaha atau enterpreneur yang tangguh dan mampu membuka lapangan kerja, maka setiap lulusan perguruan tinggi berarti telah berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara.
“Ini peluang sekaligus tantangan. Apalagi Indonesia akan mendapatkan bonus demografi tahun 2045. Banyaknya masyarakat yang berada pada usia produktif ini menjadi prasyarat kenaikan kelas Indonesia berubah dari negara berkembang jadi negara maju,” katanya saat menyampaikan sambutan virtual dalam acara wisuda ke-41 Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) di Yogyakarta, Kamis (10/11/2022).
Menurut Sandiaga Uno, wirausaha atau entrepreneur bukanlah sebuah profesi, melainkan sebuah pola pikir atau mindset yang dimiliki seseorang untuk mandiri, kreatif dan inovatif, pekerja keras dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga berpesan kepada para lulusan perguruan tinggi khususnya wisudawan UCY agar sebagai almuni yang baik, maka mereka wajib membantu adik-adik mahasiswa untuk bisa tumbuh dan berkembang.
“Jadilah mentor bagi adik-adikmu dan jangan lupa terus berinovasi, cepat beradaptasi terhadap semua perubahan zaman dan bergerak dengan cepat,” katanya.
Pada tahun 2022 ini Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) sendiri menggelar wisuda angkatan ke-41 dan meluluskan sebanyak 165 lulusan.
Jumlah lulusan terbanyak berasal dari Fakultas Hukum 68 orang, Fakultas Teknik 49 lulusan, Fakultas Agama Islam 6 lulusan, Fakultas KIP 9 lulusan dan Fakultas Ekonomi 33 lulusan.
Rektor UCY Ciptasari Prabawanti SPsi MSc PhD mengatakan, untuk mendapatkan atau menciptakan pekerjaan baru, seorang lulusan perguruan tinggi wajib memiliki keberanian, inisiatif, inovasi, imajinasi, berpikir di luar kebiasaan, serta kemampuan untuk terus bergerak mencari segala kemungkinan.
“Sebagai lulusan perguruan tinggi anda semua dituntut memiliki kemampuan beradaptasi agar mampu bertahan bahkan sukses dalam situasi penuh tantangan ini,” katanya.
Menurut Rektor, dengan bersungguh-sungguh, kesempatan akan selalu ada. Sehingga setiap lulusan perlu memperluas jaringan sehingga dapat membantu membangun kemitraan dan koalisi.
“Mahasiswa tidak boleh hanya mengandalkan perusahaan besar untuk bekerja. Tetapi harus juga mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri,” katanya.
Sebagai salah satu negara berkembang, tulang punggung perekonomian Indonesia dikatakan Rektor terletak pada kemandirian masyarakatnya. Hal itu ditandai dengan banyaknya UMKM.
“Tanpa adanya UMKM perekonomian Indonesia tidak akan mampu bertahan dan tumbuh seperti sekarang,” katanya.