DIY atasi tingginya tingkat pengangguran terbuka dengan program ini
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA, Cendana News – Pemda DIY berencana meluncurkan program Aku Siap Makarti untuk mengatasi tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK di provinsi tersebut yang masih tinggi.
Aku Siap Makarti merupakan program hasil kerja sama Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY.
Program Aku Siap Makarti DIY sebagai langkah sinergis dan kolaboratif untuk membangun keselarasan strategi peningkatan nilai saing lulusan SMK.
Kepala Disnakertrans DIY, Aria Nugrahadi menjelaskan Makarti adalah akronim dari Angkatan Kerja Unggul Sistem Asesmen Pendampingan dan Manajemen Antar Kerja Terintegrasi.
Aria yang didampingi Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya, juga mengatakan bahwa program ini untuk menyelaraskan dan mengadaptasi kebutuhan sumber daya di dunia kerja, dengan sumber daya yang dihasilkan di tingkat SMK.
“Kita mengusahakan untuk pelan-pelan menyiapkan pendidikan yang sesuai antara supply and demand,” kata Didik di sela penandatanganan dokumen Rencana Kerja Sama Aku Siap Makarti di SMKN 2 Depok, Sleman, Selasa (11/10/2022).
Didik menyampaikan pula bahwa pihaknya berupaya menggali kebutuhan dunia kerja dan selanjutnya memetakan kebutuhan kurikulum dalam penyelenggaraan pendidikan kejuruan.
Didik mengatakan, melalui program ini Disdikpora DIY akan berupaya menjalin kerja sama dengan pihak-pihak industri.
Termasuk bertanggungjawab pada penyediaan sumberdaya sesuai kebutuhan.
Sementara pihak Disnakertrans akan bertugas mengupayakan asesmen, pendampingan serta pembangunan sistem pendataan kolaborasi sekolah dengan industri.
Melalui sistem Aku Siap Makarti tersebut nantinya potensi lulusan SMK ini bisa dipetakan dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Terkait Implementasi jangka pendek, Program Aku Siap Makarti akan dilaksanakan di lima SMK di DIY.
Kelima SMK itu adalah SMKN 2 Depok, SMKN 1 Depok, SMKN 3 Yogyakarta, SMKN 6 Yogyakarta dan SMKN 1 Sewon.
“Pendataan tersebut akan mempermudah bagi sekolah, Dinas Pendidikan, Dinas Ketenagakerjaan maupun industri untuk bisa lebih mudah mendapatkan Sumber Daya Manusia khususnya lulusan SMK,” jelas Didik.
Aria Nugrahadi menambahkan, dengan program ini harapannya lulusan SMK nantinya bisa menjadi lulusan yang unggul dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia juga menambahkan, rencananya juga akan dibuat lembaga untuk menampung lulusan.
Dia mengatakan, bahwa upaya itu harus cukup kuat dengan dukungan regulasi.
Pihaknya pun berproses untuk menyusun Peraturan Gubernur yang terkait dengan penyiapan siswa lulusan SMK.
Hal itu sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden nomor 68 tahun 2022 tentang revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.
Sedangkan untuk optimalisasi implementasi sistem layanan antarkerja akan meliputi informasi pasar kerja, penyuluhan dan bimbingan jabatan, serta perantaraan kerja bagi lulusan SMK.
Selain itu pula nantinya akan ada pendampingan terhadapan implementasi Aku Siap Makarti.
Pihaknya berharap lulusan SMK bisa sesuai yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Selain itu yang terpenting mereka bekerja dengan motivasi dan kesesuaian minat maupun bakatnya,.
“Baik di sektor tenaga kerja formal maupun untuk mengembangkan upaya-upaya wirausaha,” pungkas Aria.