Empat Siswi Smater Maumere Lolos Seleksi ke Amerika

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Empat siswa SMAK Frateran (Smater) Maumere dari sekolah rujukan nasional yang bernaung di bawah Yayasan Mardi Wiyata Malang, lolos seleksi interview bahasa Inggris dan kepribadian dalam Program Bina Antar Budaya, Pertukaran Pelajar (Yes) ke Amerika Serikat.
Keempat pelajar asal Smater, yakni Paula Martha Aditya Putri, Petrasia Depe Gani, Paula Theresa Putri Jeremi Silewe, dan Gloria Stivanie Tabitha Assa, ini lolos  untuk tahun keberangkatan 2019.
Paula Martha Aditya Putri, siswi asal SMAK Frateran (Smater) Maumere yang lolos seleksi pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. -Foto: Ebed de Rosary
“Kami dari pihak sekolah sangat bangga, karena duta-duta Smater yang selalu lolos setiap tahun. Selama ini, lembaga pendidikan Smater selalu membangun mitra dengan  berbagai lembaga, di antaranya Bina Antar Budaya dan beberapa kedutaan besar,” ungkap Kepala Sekolah Smater Maumere, M. Polikarpus, BHK., SE., M.P., Kamis (7/6/2018) siang.
Dikatakan Frater Poli, sapaannya, dengan membangun kemitraan berbagai lembaga yang menyediakan beasiswa dan pertukaran pelajar ke luar negeri, juga dengan keduataan besar asing yang ada di Indonesia, setiap tahun pihaknya selalu mengirimkan anak didik untuk mengikuti seleksi.
“Berkat keseriusan sekolah dalam upaya meningkatakan mutu pendidikan dan disiplin yang diterapkan di sekolah kami, setiap tahun selalu saja ada anak didik kami yang lolos seleksi untuk menimba ilmu di luar negeri,” ungkapnya.
Paula Martha Aditya Putri, siswi yang lolos seleksi mengaku sangat bangga dengan pencapaian yang diraihnya. Ia juga mengaku telah siap mengikuti pendidikan di Amerika Serikat, dan siap memberikan yang terbaik untuk Smater, orang tua dan lembaga yang mengirimkan mereka.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak sekolah dan yayasan, yang telah memberikan kepada kami pendidikan yang terbaik serta memberikan peluang buat kami untuk ikut seleksi ke luar negeri,” sebut Paula, mewakili ketiga temannya.
Paula berjanji akan mempelajari kebiasaan dan budaya di negara adi daya tersebut, serta memperdalam bahasa Inggris lagi, agar bisa beradpatasi dan memanfaatkan kesempatan belajar di luar negeri tersebut sebaik mungkin.
“Tentunya budaya di Amerika berbeda dengan di Indonesia, sehingga kami mulai mempelajarinya, agar mudah beradaptasi nantinya. Kami juga tentunya selama di sana akan memperkenalkan adat dan budaya Indonesia, khususnya kabupaten Sikka sekaligus mempromosikan tempat-tempat pariwisata di NTT,” tuturnya.
Paula berharap, agar para pelajar lainnya di kabupaten Sikka dan NTT bisa lebih tekun belajar, terutama penguasaan bahasa Ingris atau bahasa asing lainnya, karena menjadi syarat mutlak untuk bisa lolos seleksi pertukaran pelajar atau mendapatkan beasiswa ke luar negeri.
“Sebagai pelajar, tentu kita harus belajar dengan sungguh-sungguh dan tekun, agar bisa meraih mimpi dan cita-cita. Intinya, harus tekun dan giat belajar dan jangan pernah menyerah,” pesannya.
Lihat juga...