Titiek Soeharto Ingatkan Nilai Pancasila Telah Memudar

Editor: Satmoko

YOGYAKARTA – Anggota DPR MPR RI Siti Hediati Hariyadi, SE, atau akrab pula disapa Titiek Soeharto mendorong dan mendukung dinyanyikannya lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dibacakannya Pancasila di setiap kegiatan masyarakat termasuk kegiatan PKK.

Menurutnya hal itu dapat menjadi salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa sekaligus meningkatkan pemahaman atas filosofi dasar pancasila yang akhir-akhir ini semakin memudar.

Hal itu diungkapkan Titiek Soeharto saat menghadiri acara sosialisasi 4 pilar MPR RI bertempat di kampung Baciro Gondokusuman Yogyakarta, Sabtu (12/5/2018).

Titiek Soeharto nampak disambut warga saat menghadiri acara sosialisasi 4 pilar MPR RI bertempat di kampung Baciro Gondokusuman Yogyakarta – Foto Jatmika H Kusmargana

Putri presiden RI kedua, HM Soeharto itu, mengakui pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur bangsa, serta 4 hal mendasar yakni Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika saat ini semakin memudar. Hal itu semakin diperparah dengan munculnya berbagai macam ancaman seperti narkoba dan miras.

Karena itulah Titiek Soeharto mengingatkan agar setiap elemen bangsa senantiasa tidak melupakan hal mendasar yakni pancasila sebagai dasar negara, UUD 45 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa.

“Semua harus ditanamkan di dalam jiwa kita agar Indonesia tetap kokoh dan terhindar dari berbagai ancaman. Apalagi keberadaan media sosial saat ini telah memicu peningkatan gesekan yang sangat kuat antar-etnis, agama, dan golongan,” ujarnya.

Suasana acara sosialisasi 4 pilar MPR RI bersama anggota DPR MPR RI Siti Hediati Hariyadi SE atau Titiek Soeharto bertempat di kampung Baciro Gondokusuman Yogyakarta. Foto Jatmika H Kusmargana

Dalam kesempatan itu, Titiek Soeharto juga memberikan tanggapan atas munculnya pihak-pihak yang berupaya memecah belah bangsa khususnya warga Yogyakarta. Dimana beberapa waktu lalu sejumlah oknum melakukan aksi demonstrasi yang cukup radikal dan menuliskan kata-kata yang berpotensi menyulut emosi warga Yogya.

“Yogya memiliki sejarah yang panjang serta ikut berperan besar dalam terbentuknya NKRI. Karena itu saya yakin, warga Yogya tidak akan mudah terpancing melakukan hal-hal negatif yang dapat memecah belah bangsa. Dan warga Yogya telah membuktikan kekuatan persatuannya. Dengan tetap tenang dan tidak terpancing bertindak buruk terhadap pihak-pihak yang menginginkan perpecahan,” paparnya.

Lihat juga...