Guru Harus Tingkatkan Kualitas Pendidikan Karakter Siswa
Editor: Satmoko
DENPASAR – Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta para guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan karakter bagi para siswa.
Menurutnya pendidikan karakter bagi para siswa amatlah penting untuk menanamkan disiplin, etika, tanggung jawab, jiwa kepedulian sosial di tengah gempuran pesatnya kemajuan teknologi dan informasi dewasa ini.
“Meskipun nanti dicanangkan pendidikan yang berbasis online atau e-learning dimana para siswa bisa belajar secara online, mengerjakan latihan soal maupun ulangan secara online, namun peran guru dalam membangun siswa berkarakter tetap diperlukan dan ditingkatkan,” ucap Pastika saat membuka Seminar Nasional serta Bimbingan Teknis yang diselenggarakan oleh Forum Guru IPS se-Indonesia (FOGIPSI) Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (12/5/2018).
Lebih jauh, Gubernur Pastika menyampaikan, meskipun secara teori ataupun ilmu siswa bisa mendapatkan dari internet, namun karakter siswa harus tetap dibangun. Siswa harus tahu bagaimana membangun kedisiplinan, bagaimana etika yang baik dan lain sebagainya. Maka, guru berperan penting dalam pembentukan karakter tersebut.

Gubernur Pastika dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi serta kekagumannya atas penampilan apik tarian yang dibawakan oleh para siswa. Mengisyaratkan bahwa pengenalan seni dan budaya juga merupakan salah satu contoh nyata pembangunan karakter bagi siswa.
Oleh karenanya dengan belajar suatu tarian, siswa harus disiplin dalam berlatih, dilatih fisik serta kemampuannya dalam mengingat setiap gerakan tarian.
“Sekolah bukan hanya untuk mengisi otak, tapi juga untuk melatih fisik serta membangun karakter,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua FOGIPSI Bali, Putu Ambon, dalam sambutannya menyampaikan bahwa organisasi ini diharapkan bisa menjadi wadah pemersatu yang sinergis dan terus menjaga komitmen. Juga mampu membangun konektivitas dengan baik sehingga dapat terus meningkatkan kompetensi guru IPS melalui diklat maupun bimbingan teknis.
“Organisasi ini juga diharapkan dapat menjadi tempat saling bertemu serta belajar antar-guru IPS dalam upaya meningkatkan kompetensi serta profesionalisme dalam memberikan pelayanan pendidikan,” tandas Putu Ambon.