Angkutan Kapal Laut Masih Minim Pemudik

Editor: Satmoko

BANJARMASIN- Jelang Ramadhan angkutan kapal laut dari Banjarmasin ke Surabaya maupun dari Surabaya ke Banjarmasin, masih didominasi oleh truk barang.

Salah satu penyedia jasa angkutan kapal laut di Banjarmasin, PT Dharma Lautan Utama (DLU) mengakui, masih belum banyaknya masyarakat perantau yang melakukan mudik ke Pulau Jawa sepekan sebelum lebaran.

“Nanti tiga hari setelah Ramadhan, biasanya baru Kapal Roro akan mulai diramaikan oleh angkutan penumpang. Ini akan terus berlanjut sampai mencapai puncaknya pada H-1 sebelum lebaran,” jelas Kepala PT Dharma Lautan Cabang Utama, Anton Wahyuddin, Sabtu (12/5/2018).

Diprediksi untuk tahun ini akan ada kenaikan jumlah penumpang orang dari Banjarmasin ke Surabaya sekitar 3 persen. Untuk tahun 2017 lalu sampai Hari Raya Idul Fitri jumlah penumpang yang bisa diangkut mencapai 13.000 orang.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PT DLU Cabang Banjarmasin akan mulai memberlakukan booking tiket secara online melalui aplikasi di Smartphone untuk menekan calo yang ingin memainkan harga tiket.

“Melalui aplikasi masyarakat bisa melihat jadwal keberangkatan, membeli tiket dan membayarnya dengan sistem transfer tanpa harus ke kantor dan membelinya dengan calo,” tegasnya.

Saat ini tambah Anton, truk barang memang masih mendominasi angkutan di kapal roro, khususnya dari Surabaya ke Banjarmasin. Hal ini cukup beralasan mengingat para pedagang di Banjarmasin gencar melakukan penyetokan barang untuk menyambut Ramadhan.

“Untuk barang yang paling banyak dibawa oleh truk ke Kapal Roro adalah jenis sembako dan konveksi. Namun nanti mulai awal Ramadhan akan mulai berkurang dan digantikan oleh penumpang,” ungkapnya.

Sebelumnya, General Manager PT Pelindo III Cabang Banjarmasin, Ricky Julius Urairal mengaku, terus melakukan pembenahan fasilitas pada Pelabuhan Penumpang di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sebagai langkah antisipasi lonjakan angkutan penumpang pada momen mudik lebaran.

Bahkan pihaknya juga terus melakukan berbagai kegiatan simulasi agar personel di lapangan lebih siap saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama momen puncak mudik lebaran di tahun 2018 ini.

“Kita siaplah untuk menghadapi momen mudik lebaran tahun ini, karena segala sesuatunya sudah kita persiapkan lebih awal dan terencana,” pungkasnya.

Lihat juga...