Kapolda Lampung Jamin Keamanan Pemudik di Jalinsum
Editor: Mahadeva WS
LAMPUNG – Keamanan dan kenyamanan pemudik saat arus mudik dan balik lebaran menjadi perhatian Kepolisian Daerah Lampung. Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Polisi Suntana memastikan jajarannya telah bersiap untuk membantu kelancaran arus mudik melalui jalur darat, laut dan udara.
Pemudik melalui jalur laut bisa mempergunakan fasilitas kapal roll on roll off (Roro) dari pelabuhan Bakauheni ke Merak dan sebaliknya. Polda Lampung sudah berkoordinasi dengan PT. ASPD Indonesia cabang Bakauheni untuk hal tersebut.
Selain dengan PT. ASPD, koordinasi juga dilakukan dengan PT Pelindo di Panjang yang menjadi jalur transportasi pelabuhan Panjang-Tanjungpriok. Hal yang sama juga sudah dilakukan dengan pengelola Bandara Raden Inten II Natar serta terminal Rajabasa.
Komunikasi juga sudah dilakukan dengan PT Hutama Karya selaku pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar dan PT. Pembangunan Perumahan (PP) selaku pelaksana proyek pengerjaan JTTS. Berbagai kesiapan disebut Suntana sudah mulai dilakukan sebelum bulan suci Ramadan datang. Personil gabungan yang akan ditempatkan untuk mengantisipasi penyelamatan kecelakaan di laut juga sudah siap diturunkan.

“Kenyamanan dan keamanan menjadi prioritas Polda Lampung pada Operasi Ketupat Krakatau 2018, dengan koordinasi lintas sektoral agar memberi pelayanan maksimal bagi masyarakat yang akan merayakan hari raya Idul Fitri tahun ini,” jelas Suntana di pelabuhan Bakauheni paska simulasi penanganan kecelakaan laut di dermaga 4 Pelabuhan Bakauheni,Lampung Selatan, Jumat (11/5/2018).
Kerjasama lintas sektoral disebut Suntana menjadi bagian dari persiapan Polda Lampung untuk mengamankan pelaksanaan mudik lebaran. Khusus di sepanjang jalur mudik dari pelabuhan Bakauheni hingga perbatasan Provinsi Bengkulu dan provinsi Sumatera Selatan Irjen Pol Suntana menyiagakan pos pantau, pos pelayanan, pos terpadu.
Pos terpadu di pelabuhan Bakauheni akan terkoneksi dengan terminal Rajabasa di Bandarlampung dan bandara Raden Inten II. Untuk pemudik, polisi sudah menyiapkan titik pengamanan sepanjang 24 jam. Hal itu untuk menjamin keamanan pemudik pengguna kendaraan pribadi.
Mantan Wakapolda Metro Jaya tersebut memastikan jaminan keamanan sudah diberikan dari pintu keluar pelabuhan Bakauheni. Dengan demikian, pemudik tidak perlu mengkhawatirkan aksi kriminalitas di sepanjang Jalan Lintas Sumatera.
JTTS ruas Bakauheni-Terbanggibesar sepanjang 140,9 kilometer disebut Kapolda Lampung sebagian sudah bisa dilalui secara fungsional sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Januari silam. Berdasarkan pantauan tim dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung, pelaksana proyek JTTS diantaranya PT. PP PT. Waskita Karya, PT Hutama Karya, ada empat paket sudah bisa dilintasi.
Pada paket satu Bakauheni Sidomulyo yang dibangun oleh PT PP sepanjang 8,9 kilometer dipastikan sudah bisa dilalui. Jalur tersebut antara simpang susun Bakauheni Selatan menuju simpang susun Bakauheni Utara.“Tim dari Polda Lampung beberapa kali melakukan tinjauan untuk menjadi acuan rekomendasi apakah JTTS sudah bisa digunakan saat lebaran,apakah seluruhnya atau sebagian,” jelas Suntana.
Paket kedua adalah ruas Sidomulyo baru sepanjang lima kilometer, yang bisa dilalui dari Sabahbalau ke Kotabaru. Diharapkan orang nomor satu di Polda Lampung tersebut, ruas Bakauheni-Kotabaru sepanjang 80 kilometer bisa tersambung. Saat ini sebagian dari ruas tersebut sudah dalam tahap pembangunan, sebagian lainnya masih dalam proses pembebasan lahan.

“Proyek terus kita kerjakan dan jika direkomendasikan untuk jalur mudik tentunya harus ada persiapan terkait tempat pengisian bahan bakar minyak, rest area dan fasilitas lain,” papar Yus Yusuf.
Pengerjaan JTTS yang menjadi tanggungjawab PT PP ditargetkan selesai saat arus mudik lebaran. Saat ini paket satu yang dikerjakan sudah dilintasi kendaraan dari pelabuhan Bakauheni antara gerbang Bakauheni Selatan dan gerbang tol Bakauheni Utara sepanjang 8,9 kilometer.
Yus Yusuf SK menyebut, beberapa pekerjaan penting seperti jembatan dan fasilitas lain terus dikebut agar JTTS bisa dilalui dari KM 0 hingga KM 80 saat mudik lebaran tahun mendatang. Selain akses JTTS, perbaikan Jalinsum sepanjang 81 kilometer dari Panjang ke Bakauheni terus dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.
Melalui Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN) beberapa ruas diperbaiki dengan penebalan jalan. Perbaikan dilakukan dengan pembongkaran jalan bergelombang dan penambalan jalan berlubang. Selain penyelesaian perbaikan jalan, beberapa marka jalan dan rambu rambu juga mulai diperbaiki untuk melayani arus mudik dan balik lebaran.