Sumbar Berupaya Mempertahankan Penerbangan Padang–Singapura
Editor: Mahadeva WS
PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berupaya mempertahankan jalur penerbangan internasional dari provinsi tersebut ke Singapura. Rencana penerbangan Padang-Singapura dengan maskapai Air Asia tersebut akan segera dibahas bersama dengan Kementerian Pariwisata pada awal pekan depan.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, penerbangan Padang-Singapura sebelumnya akan ditutup karena secara ekonomi tidak memberikan keuntungan bagi Air Asia. Minimnya jumlah penumpang menjadi pertimbangan utama penutupan jalur tersebut. “Kedepan kita akan melakukan promosi wisata Sumatera Barat ke Singapura, supaya wisatawan datang ke Sumatera Barat dengan Air Asia,” katanya, Jumat (11/5/2018).
Nasrul menyebut, Pemprov Sumbar belum melakukan promosi wisata ke Singapura. Hal itulah yang dinilai menjadikan jumlah wisatawan asal Singapura yang datang ke Sumbar masih sedikit.
Dari perencanaan yang disusun, penerbangan internasional tersebut akan diusulkan minimal tiga atau empat kali dalam sepekan. Hal tersebut tidak akan sulit direalisasikan karena rute masih ada. “Tiga atau empat kali sepekan. Frekuensi penerbangan dikurangi dari sebelumnya,” tambahnya.
Penerbangan Padang-Singapura oleh Air Asia mulai beroperasi 9 Februari 2018 lalu. Rute tersebut sudah berjalan selama empat bulan. Meski termasuk baru sebentar, kedepan perlu melakukan berbagai upaya supaya wisatawan dari Singapura datang ke Padang.
Dengan rencana tersebut, Pemprov Sumbar berharap agen travel di daerah tersebut bisa membuat paket wisata yang menarik. Hal itu dibutuhkan untuk membantu mendatangkan wisatawan asing ke Sumatera Barat.
Kepala Dinas Pemprov. Sumbar Yosmeri mengatakan, alasan utama ditutupnya rute penerbangan oleh Air Asia Padang-Singapura karena sepinya penumpang. Minimnya penumpang tersebut baik untuk rute penerbangan dari Padang ke Singapura maupun sebaliknya. “Resmi penutupan rute Padang – Singapura oleh maskapai Air Asia ini sebenarnya 17 Mei 2018 nanti. Tapi kita akan melakukan upaya supaya rute penerbangan tetap ada,” ucapnya.
Oni menyebut, data yang dihimpun Air Asia jumlah penumpang yang menggunakan Air Asia Padang-Singapura di Februari ada 1.221 orang, sementara di Maret ada 1.715 orang. Sementara untuk rute Singapura-Padang, di Februari ada 907 orang sementara di Maret 1.365 orang.