Kebijakan Cabut Subsidi Benih, Tumbuhkan Petani Penangkar
Editor: Satmoko
YOGYAKARTA – Kebijakan penghentian atau pencabutan program subsidi benih oleh pemerintah pusat, mulai tahun 2018 di satu sisi dinilai akan merugiakan petani karena membuat pendapatan petani berkurang. Namun di sisi lain, adanya kebijakan itu dinilai akan menumbuhkan penangkar-penangkar benih di tingkat petani.
“Tentu dengan tidak adanya subsidi, petani akan berupaya membuat benih sendiri. Dan itu bagus karena akan mendorong tumbuhnya petani-petani penangkar benih. Sehingga diharapkan akan mewujudkan kemandirian benih sebagaimana harapan pemerintah melalui program Desa Mandiri Benih,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BP2TPH) Dinas Pertanian DIY, Suharto Budiyono.

Pihak UPTD BP2TPH DIY sendiri mengaku, siap mendukung hal itu dengan menyediakan bibit benih sumber bagi para petani penangkar benih. Yakni dengan meningkatkan produksi benih padi sumber atau benih dasar. UPTD BP2TPH DIY sendiri selama ini lebih banyak memproduksi benih padi produksi mencapai 90 ton per tahun. Sedangkan produksi benih dasar atau benih sumber hanya sekitar 3 ton per tahun.
“Jika memang dibutuhkan kita siap memenuhi kebutuhan benih sumber petani. Nanti produksi akan kita tingkatkan dengan mengurangi produksi benih produksi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Produksi Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian DIY, Djarot Margiantoro, juga menilai kebijakan penghentian atau pencabutan program subsidi benih oleh pemerintah pusat, akan menumbuhkan penangkar-penangkar benih di tingkat petani. Tak hanya itu, petani juga dinilai akan bisa menanam benih dengan kualitas atau jenis sesuai keinginan sendiri.
“Selama ini dengan adanya subsidi, petani hanya bisa mendapatkan benih sesuai yang ditetapkan pemerintah (khusus untuk benih subsidi). Namun dengan perubahan ini, petani bisa menentukan benih sesuai keinginan. penangkar-penangkar benih juga akan tumbuh,” katanya.
Pihak Bidang Tanaman Pangan sendiri mengaku sikap untuk memberikan pelatihan-pelatihan bagi para petani penangkar benih agar kualitas benih yang dihasilkan bermutu bagus. Selama ini Djarot menyebut pihaknya telah secara rutin melatih penangkar-penangkar benih termasuk melalui program Desa Mandiri Benih.
“Kita siap dan akan terus memberikan pelatihan bagi petani-petani untuk melakukan penangkaran benih setiap tahunnya. Baik itu dengan pendampingan ataupun kemitraan dengan produsen benih agar konsistensi mutu benih terjaga,” katanya.