Jogja Agro Techno Park, Rebut Lima Hektar Lahan BP2TPH
Editor: Satmoko
YOGYAKARTA – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BP2TPH) Dinas Pertanian DIY, akan kehilangan sekitar 5 hektar lahan penangkaran benih pada tahun 2018. Hal itu dikarenakan sebanyak 5 hektar lahan akan digunakan untuk pengembangan Jogja Agro Techno Park (JATP) yang ada di Desa Wijilan, Nanggulan, Kulon Progo.
Kepala UPTD BP2TPH, Suharto Budiyono, mengatakan, berkurangnya lahan penangkaran benih itu dimungkinkan akan berdampak pada penurunan produksi benih hingga mencapai 30 ton per tahun. Untuk menambal penurunan produksi benih tersebut, UPTD BP2TPH DIY berencana menambah jumlah mitra kerja dengan menggandeng petani penangkar benih dengan luasan lahan yang sama.
“Kita memiliki 3 lokasi lahan penangkaran benih. Yakni 3 hektar di wilayah Berbah, Sleman, 2,5 hektar di Gesikan, Bantul dan 15 hektar di Wijilan, Kulon Progo. Namun untuk yang di Wijilan, sekitar 5 hektar kemungkinan akan digunakan untuk JATP. Sehingga hanya sisa sekitar 10 hektar,” katanya.
Setiap tahun UPTD BP2TPH DIY sendiri memproduksi sekitar 90-100 ton benih padi, baik dari hasil penangkaran di lahan sendiri maupun dengan bekerja sama dengan mitra petani penangkar benih. Sampai saat ini UPTD BP2TPH memiliki sebanyak 2 kelompok petani penangkar benih dengan cakupan luasan lahan mencapai 20 hektar.
“Selama ini benih yang kita produksi lebih banyak pada jenis padi. Seperti jenis ciherang, situbagendit, PP, hingga mekongga,” katanya.
Tahun 2018 ini, UPTD BP2TPH DIY ditargetkan mampu memproduksi sekitar 90 ton benih. Jumlah itu tak jauh berbeda dari target capaian tahun 2017 lalu. Yakni dengan sumbangan pemasukan untuk PAD mencapai hampir Rp1,5 miliar. Melebihi target yang ditetapkan sekitar Rp850 juta. Disebabkan karena sisa stok tahun lalu, serta kenaikan harga benih.
“Dari total produksi benih, 90 persen merupakan benih produksi. Sementara hanya sekitar 10 persen saja yang merupakan benih dasar atau benih sumber,” katanya.