Bubur Jagung Jajanan Tradisional Aceh yang Cukup Populer di Denpasar
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
DENPASAR — Meski jauh dari negeri asalnya, jajanan tradisional yang satu ini cukup banyak peminatnya di Kota Denpasar Bali.
Meski bersaing dengan makanan moderen, namun rasa khas nusantara yang dihadirkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata tersebut.
Stio Gunawan, salah satu pedagang menyebutkan, penjualan bubur jagung relatif cukup menjanjikan. Bubur ini memiliki rasa yang hampir sama dengan sop asparagus yang biasa ditemukan di hotel ataupun di cafe-cafe. Bedanya hanya soal harga yang relatif jauh lebih murah.
“Bubur jagung aslinya dari Aceh dan kami menjualnya dengan harga per porsinya Rp5.000,” ucap pria asli Klaten Jawa Tengah ini.
Ia menambahkan, untuk pembuatan dibutuhkan bahan-bahan yang mudah didapatkan di pasar tradisional dan juga bebas dari bahan kimia jenis apapun. Bahan tersebut adalah jagung manis sebagai bahan-bahan utama, tepung maezenan, tepung beras dan santan.
Proses pembuatan bubur jagung ini memerlukan waktu cukup lama, yaitu dengan terlebih dahulu merebus jagung manis sabelum akhirnya dititilin, kemudian tepung beras serta tepung maezenan direbus secara pisah.
“Terakhir kedua adonan tersebut langsung dicampurkan termasuk bahan-bahan yang lain seperti daun pandan, gula pasir dan sedikit garam. Untuk menambahkan rasa manis dan gurih, bubur jagung tersebut dicampur dengan santan,” pungkas pria yang sudah berjualan bubur tradisional ini sejak enam bulan lalu.
Disebutkan juga, rata-rata dalam sehari ia mampu menjual bubur sebanyak 70 porsi dengan Omset mencapai lima juta rupiah perbulan.
Seperti yang diketahui, bubur jagung merupakan salah satu makanan atau jajanan khas Aceh selain Kanji Rumbi dan Bu Pedah. Bubur jagung ini cocok dikomsumsi dari segala macam usia mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.