Nyale, Kuliner Musiman yang Lezat dan Banyak Disukai
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MATARAM — Nyale atau cacing laut, meski bagi sebagian masyarakat terlihat mengerikan, tapi banyak juga, terutama orang tua sangat menyukai dan dijadikan lauk makan.
Bahkan tidak sedikit di antara masyarakat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengkonsumsi Nyale masih mentah dicampur sambal mentah, usai menangkap di laut.
“Nyale itu paling enak dimasak menggunakan santan atau dibuat jadi pepes kering dicampur sambal, nikmat sekali” kata Maryam, ibu rumah tangga Lombok Tengah, Sabtu (10/2/2018).
Ia mengibaratkan, mengkonsumsi Nyale rasanya mirip rasa daging belut. Banyak orang tidak suka bahkan mungkin jijik melihat Nyale hanya dari tampilan saja, coba kalau sudah dicicipi, nyale sebenarnya sangat lezat dikonsumsi.
Diakui, dirinya awalnya juga tidak terlalu menyukai, tapi setelah mencoba mencicipi nyale, ternyata rasanya enak.
“Tapi kalau saya biasa setiap musim Nyale, hasil tangkapan biasanya dimasak menggunakan santan pakai wajan sampai benar-benar mendidih dan matang,” katanya.
Semah, ibu rumah tangga lain mengatakan, bagi sebagian warga Lombok, umumnya memasak nyale menggunakan santan, mengolah jadi pepes yang dibungkus dengan daun pisang lalu dibakar.
Ada juga yang mengolah Nyale menjadi emping atau dikeringkan untuk digunakan sebagai penyedap masakan.
“Kalau dibuat jadi sambal mentah dicampur daun kemangi dan jeruk purut yang di peras, jarang, karena tidak banyak yang suka, hanya satu dua orang,” katanya.
Bagi anda yang belum terbiasa, rasanya memang akan terasa aneh tapi jika disantap terus akan semakin sedap. Nyale terasa kenyal dan gurih, serta tidak berbau amis kalau dicampur dengan perasan air jeruk limo.