BPR Dampingi Warga Majukan UMKM
BANDA ACEH – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Mustaqim Suka Makmur sebagai salah satu perusahaan di bawah Badan Usaha Milik Aceh harus membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah mengembangkan usahanya, kata Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah.
“BPR Mustaqim harus berperan sesuai dengan tujuan didirikan, yaitu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, yaitu para UMKM,” katanya di sela-sela pertemuan dengan Direksi BPR Mustaqim Suka Makmur di ruang rapat Meuligoe Wagub Aceh di Banda Aceh, Kamis (1/2).
Ia menjelaskan segmen BPR Mustaqim Suka Makmur adalah masyarakat kecil, sedangkan operasional perbankan itu untuk ikut berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka di sektor UMKM.
“BPR Mustaqim Suka Makmur jangan melulu cari untung, fungsi sosialnya harus diutamakan yakni membantu masyarakat kecil,” katanya.
Menurut dia, apabila Pemerintah Aceh selaku pemegang amanat rakyat membantu penyertaan modal kepada PD BPR Mustaqim maka dana tersebut harus disalurkan kembali kepada masyarakat.
Nova optimistis jika tujuan tersebut mampu dicapai, yakni tersalurnya pembiayaan kepada usaha kecil, maka praktik lintah darat yang masih berkembang di tengah masyarakat setempat akan berkurang.
Ia mengatakan kehadiran BPR Mustaqim di tengah masyarakat juga akan mendukung program Pemerintahan Irwandi-Nova, yaitu Aceh Troe, Aceh Kaya, dan Aceh Kreatif.
Direktur Utama BPR Mustaqim Suka Makmur, Sri Hartati, mengatakan saat ini BPR Mustaqim memiliki program Kredit Agribisnis yang khusus menyasar para petani.
Ia mengatakan BPR Mustaqim Suka Makmur mengemban tugas sebagai penggerak roda perusahaan daerah milik Pemerintah Aceh yang bergerak di bidang perbankan, khususnya sektor mikro.
Ia menyebutkan total penyaluran kredit sepanjang 2017 sebesar Rp75 miliar, dengan “outstanding” kredit sampai dengan Desember 2017 sebesar Rp96,5 miliar, yang fokus pada penyaluran modal kerja, investasi, kelompok pertanian, program pasar rakyat, serta konsumsi di seluruh Aceh.
Saat ini, Bank Mustaqim memiliki 23 jaringan kantor yang telah beroperasi secara daring dan tersebar hampir di seluruh wilayah kabupaten/kota se-Aceh, dengan total nasabah di atas 57 ribu nasabah dan total debitur di atas enam ribu orang. (Ant)