MEDAN – Petugas telah mengetahui tempat persembunyiaan tiga narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Binjai, Sumatera Utara, yang kabur dan masih belum ditemukan.
Tiga Napi yang masih belum ditemukan tersebut adalah Saifuddin (34), Roni Adianto (25), dan Suhelmi (45). “Petugas hingga saat ini masih terus mencari hingga dapat narapidana (Napi) tersebut,” kata Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Sumut Hermawan Yunianto di Medan, Sabtu (6/1/2018).
Hermawan menyebut, pencarian napi yang menghilang merupakan tugas dan tanggung jawab petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Binjai. Dan kemana-pun tahanan tersebut bersembunyi harus dapat ditemukan. Saat ini diklaim, ruang gerak mereka juga sudah dibatasi oleh petugas.
Petugas Lapas disebutnya, bekerja sama dengan Polres Binjai dan sampai saat ini masih memburu napi tersebut. “Petugas juga telah mendapat informasi dari pihak keluarga napi dan warga masyarakat mengenai lokasi persembunyian para tahanan itu,” tambahnya.
Hermawan menjelaskan, salah seorang dari empat napi yang telah diamankan, dilaporkan meninggal dunia karena mengalami sakit. Napi itu atas nama Fahrul Azmi (35), dan ditangkap petugas Lapas di sebuah desa di Kabupaten Langkat, Jumat (29/12/2017) malam. “Sedangkan, tiga napi lainnya yang telah berhasil diringkus, dan dimasukkan kembali ke dalam sel Lapas Binjai, yakni Rahman (33), Rudi (33), serta Yusrizal,” jelasnya.
Sebanyak tujuh napi melarikan diri dari Lapas Kelas II/A Blok B Binjai, Sumut, Senin (18/12) pukul 02.00 WIB. Hingga awal 2018 ini, sudah empat orang yang berhasil diamankan oleh petugas. (Baca: https://www.cendananews.com/2017/12/satu-lagi-napi-kabur-dari-lp-binjai-diringkus.html). (Ant)