Minat Siswa SMK Masuk Perguruan Tinggi, Rendah
YOGYAKARTA – Berbeda dengan siswa SMA yang memiliki minat cukup tinggi, minat siswa SMK untuk masuk perguruan tinggi negeri di DIY terbilang masih cukup rendah. Terlebih bagi siswa SMK yang berada di wilayah pinggiran seperti Kabupaten Kulonprogo.
Seperti diungkapkan Kepala Sekolah SMKN 1 Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, Erlan Djuanda. Ia mengatakan, setiap tahun tak banyak siswanya yang berniat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Hal itu disebabkan para siswa cenderung memilih untuk bekerja selepas lulus SMK. Alasanya pun cukup klasik, yakni karena mayoritas di antara mereka tidak memiliki biaya untuk mendaftar ke perguruan tinggi.
Baca: Sejumlah Sekolah di Yogya Lakukan Tahapan SNMPTN
“Sebagian besar siswa di sini setelah lulus langsung bekerja. Tidak banyak yang meneruskan ke perguruan tinggi, karena terbentur masalah keuangan. Maklum, mayoritas siswa merupakan anak warga kurang mampu,” katanya.
Meski begitu, pihak sekolah mengaku tetap akan memfasilitasi siswa yang hendak mendaftarkan diri masuk ke perguruan tinggi negeri melalui jalur masuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Yakni dengan cara memasukkan setiap data prestasi maupun nilai akademik siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Pengisian data ke PDSS ini merupakan tahapan awal yang harus dilakukan setiap sekolah untuk memberikan kesempatan bagi siswanya dalam mengikuti seleksi SNMPTN 2018.
Erland menyebutkan, universitas yang menjadi favorit para siswa antara lain adalah Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN), UNY dan UGM.
“Mereka ambil jurusan yang sama seperti apa yang sudah didapatkan di SMK. Karena kami punya enam jurusan di sini, di antaranya akutansi, perkantoran, dan pemasaran,” jelasnya.
Namun demikian, lain SMK lain SMA. Minat siswa SMA di kota Yogyakarta, untuk ikut dalam seleksi masuk perguruan tinggi negri melalui jalur SNMPTN justru sangat tinggi. Seperti terlihat di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Hampir seluruh siswa di sekolah ini berminat mengikuti seleksi SNMPTN, agar dapat diterima di perguruan tinggi negeri.
“Minat siswa di sini sangat besar untuk bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Hanya saja memang untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri melalui jalur SNMPTN, dibatasi sesuai akreditasi. Untuk akreditasi A hanya 50 persen siswa saja yang bisa mendaftar lewat SNMPTN,” ujar Guru BK SMA Muhammadiah 2 Yogyakarta, Dwi Jayanti.
Dari sekitar 50 persen siswa yang mendaftar SNMPTN itu, juga hanya sebagian kecil saja yang dapat diterima setiap tahunnya. Biasanya siswa yang tidak diterima di perguruan tinggi negeri, akan melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi swasta.