Rumah Susun Tanpa DP, Termurah Rp185 Juta
JAKARTA —- Program rumah down payment (DP) nol persen terwujud. Peresmian rumah susun tanpa DP yang diberi nama Klapa Village, itu dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD DKI, Mohammad Taufik, Asisten Sekda DKI Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Gamal Sinurat.
Anies mengatakan, mekanisme pembelian rumah susun akan diumumkan oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sampai proses pendaftarannya melalui BLUD. Dia menargetkan, pada April ini akan selesai dan nanti BLUD akan mengelola proses penerimaan sampai pendaftaran masyarakat yang ingin mendapatkan rumah di proyek ini maupun proyek lainnya.
Mantan Menteri Pendidikan ini mulai menjadwalkan akhir bulan ini bisa berjalan. Tapi, warga sudah bisa tahu mengenai harganya.
“Jadi, kita jadwalkan bulan April bisa jalan, tapi warga sudah bisa tahu ancer-ancer harganya. Dari ancer-ancer itu warga bisa memproyeksikan 320 juta dengan 185 juta itu tersedia di sini,” kata Anies di Pondok Kepala, Jakarta Timur, Kamis (18/1/2018).
Baca: Anies Umumkan Mulai Dibangunnya Rusun Tanpa Uang Muka
Saat ini, ada 703 unit rumah di Klapa Village. Dia berharap akan segera bisa groungbreaking ke tempat lain, sehingga dalam waktu yang singkat ribuan rumah baru untuk masyarakat Jakarta bisa disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Sementara, dia tidak akan megkombinasikan berpenghasilan rendah dan tinggi untuk memiliki program rumah susun DP 0 persen. Pembangunan ini hanya masyarakat yang betul-betul berpenghasilan rendah di bawah Rp7 juta.
Sedangkan untuk skema pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 1 persen, dan 1 persennya lagi dari Pemprov DKI. Kini, pembiayaan down payment yang semula 1 persen kini menjadi 0 persen karena yang 1 persen disediakan lewat APBD.
Untuk cicilannya, kata Anies, akan dibuatkan skema oleh BULD dengan cicilan yang tidak seragam selama 7 tahun, 10 tahun, 15 tahun dan lain-lain. Menurutnya, dengan cicilan beragam masyarakat bisa memilih sesuai kemampuannya.
Anies juga menjelaskan, aturan berapa persen dari penghasilan dari masyarakat. Aturan tersebut akan ditentukan oleh Bank Indonesia maksimal 30 persen dari penghasilan.
“Jadi, kita yang akan fleksibel atur adalah durasinya. Kalau besaran penghasilannya BI sudah mengatur. Tapi, intinya adalah ini adalah sesuatu yang bisa dilaksanakan. Kita mulai laksanakan skema FLPP ditambah dengan program DP 0 persen bisa dilakukan warga di Jakarta dalam waktu dekat insyaallah akan punya supplay ribuan rumah yang terjangkau,” harapnya.
Dirut Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan, menambahkan, jika proyek tersebut akan diselesaikan pada 1,5 tahun. Dia menuturkan, rumah dibangun di atas tanah seluas 1,4 hektare.
“Terdiri dari tower, rencana pembangunan akan selesai pada 1,5 tahun,” kata Yoory, di Jalan Haji Naman, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Menurutnya, ditargetkan akan ada 700 unit rumah susun segera dipasarkan ke masyarakat.