JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyebutkan anggaran pemusatan pelatihan nasional (Pelatnas) Asian Games dan Asian Para Games 2018 dibagi untuk semua cabang olahraga. Hanya saja posisi Indonesia sebagai tuan rumah, mengarahkan prioritas tetap pada cabang olahraga yang berpotensi merebut medali.
“Karena kita tuan rumah, semua cabang olahraga harus ikut. Tapi, kami tetap memberikan prioritas kepada cabang-cabang yang diharapkan meraih medali, ” kata Menpora di Jakarta, Jumat (5/1/2018), menanggapi kemungkinan alokasi anggaran kepada 40 cabang olahraga Asian Games dan cabang-cabang olahraga Asian Para Games 2018.
Menpora mengatakan, pemerintah bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) telah menentukan cabang-cabang olahraga prioritas yang mendapatkan target untuk merebut medali dalam Asian Games ke-18. Saat ini masih dilakukan proses verifikasi terhadap potensi medali tersebut bedasarkan proposal yang diberikan oleh setiap cabang olahraga.
“Tentu saja, kami tidak mungkin memenuhi semua permintaan cabang olahraga. Kami akan memfokuskan Rp100 miliar untuk cabang olahraga prioritas tapi masih dalam proses verifikasi dan tidak langsung gelondongan,” kata Menpora.
Menpora berharap pengurus cabang-cabang olahraga memahami proses verifikasi proposal program pelatnas jelang Asian Games dan Asian Para Games oleh tim Kemepora. Di 2018 pemerintah menurut Imam, menganggarkan dana Rp730 miliar dari APBN Murni untuk tambahan kebutuhan pelatnas.
Dengan komitmen tersebut diharapkan cabang olahraga bisa memahami dan tidak mengikuti proses yang sedang berlangsung. “Kami tentu akan memberikan tambahan dana dan hanya menunggu waktu. Semakin banyak protes, tentu akan memolorkan waktu pencairan dan saya tidak ingin seperti itu,” tandas Menpora.
Hasil rekapitulasi tim verifikasi Deputi IV Kemenpora tentang pengajuan anggaran pelatnas Asian Games 2018, untuk 48 disiplin olahraga terdapat usulan anggaran hingga Rp1,207 triliun. Sementara, tim verifikasi Kemenpora hanya merekomendasikan anggaran pelatnas Asian Games untuk 48 disiplin itu sebesar Rp427,580 miliar.
Imam menyebut, telah mendorong pihak swasta dan dunia usaha untuk membantu pembiayaan, promosi, maupun kesejahteraan atlet-atlet Indonesia. “Ini adalah kesempatan bagi pengurus cabang olahraga untuk meyakinkan dunia usaha dan pihak swasta agar berpartisipasi dan membantu,” pungkas Menpora. (Ant)