NTP Sulbar Turun 0,52 Persen

MAMUJU – Nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Sulawesi Barat menurun sekira 0,52 persen. Kondisi tersebut hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) pada kondisi di Desember 2017 dari sisi produsen.

Dari catatan BPS, di November 2017, NTP di Sulbar sebesar 110,96. Sementara di Desember  hanya sebesar 110,44. “Berdasarkan hasil pemantauan produsen berbagai komoditi barang dan jasa di daerah pedesaan Provinsi Sulbar, menunjukkan NTP mengalami penurunan 0,52 persen pada Desember 2017,” kata kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Provinsi Sulbar, Markus Uda di Mamuju, Jumat (5/1/2018).

Markus menyebut, menurunnya NTP petani dipengaruhi perubahan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,11 persen. Sedangkan indeks harga yang dibayar petani meningkat sebesar 0,77 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh lambatnya kenaikan harga komoditi pertanian.

Sementara kenaikan komoditi untuk konsumsi dan produksi dinilai lebih cepat pergerakannya. “Kenaikan harga komoditi hasil pertanian dari bulan sebelumnya lebih lambat dibandingkan dengan kenaikan harga barang keperluan komsumsi dan produksi,” katanya.

Dari catatan BPS, pada Desember 2016 dua subsektor mengalami peningkatan yakni sub sektor holtikultura meningkat sebesar 0,96 persen dan subsektor perikanan meningkat sebesar 0,85 persen. Sementara tiga subsektor lainnya mengalami penurunan yakni tanaman pangan turun menjadi 0,15 persen, tanaman perkebunan rakyat 1,76 persen dan sektor peternakan 0,15 persen. (Ant)

Lihat juga...