Populasi Bintang Laut Pemakan Karang di Australia Meledak
SYDNEY – Ilmuwan menemukan terjadinya ledakan populasi dalam jumlah besar bintang laut mahkota duri pemakan karang di kawasan warisan dunia karang penghalang besar di Australia. Hewan tersebut dalam posisi mengunyah karang warisan dunia tersebut.
Dengan temuan tersebut, ilmuwan menyarankan dilakukannya upaya pemusnahan hewan laut tajam tersebut. Bintang laut pemangsa tersebut memakan karang dengan melebarkan perutnya di karang dan menggunakan enzim pencernaan untuk mencairkan jaringan karang.
Kalangan Ilmuwan menyebut, ledakan jumlah tersebut mulai terjadi saat terumbu karang masih dalam masa pemulihan dari dua tahun pemutihan karang besar-besaran. “Setiap bintang laut memakan sekitar sebesar garis tengah tubuhnya dalam waktu semalam dan meningkat seiring dengan waktu singkat,” kata Ilmuwan peneliti utama di Ilmu Kelautan Lembaga Australia Hugh Sweatman, Jumat (5/1/2018).
Jika dibiarkan, Sweatman menyebut, banyak karang akan hilang karena dimakan oleh bintang laut Mahkota. Hal tersebut akan menjadi pukulan bagi ekosistem dan industri pariwisata. Bintang laut mahkota duri ditemukan dalam proporsi ledakan populasi pada bulan lalu di Terumbu Swains, di tepi selatan Karang Penghalang Besar oleh para periset dari Otoritas Taman Kelautan.
Terumbu karang terpencil, sekitar 200 kilometer lepas pantai dari Yeppoon, kota liburan dan kawasan memancing dari sekitar 500 kilometer arah utara ibu kota negara bagian Queensland, Brisbane. Di kawasan yang berada di bagian selatan tersebut yang paling banyak dikunjungi adalah Karang Penghalang Besar, di mana upaya pemusnahan paling disarankan difokuskan di lokasi tersebut.
Direktur Otoritas Taman Laut Karang Penghalang Besar milik pemerintah Fred Nucifora mengatakan, lembaganya telah membunuh beberapa bintang laut di Terumbu Swains pada Desember lalu. Dan dimungkinkan akan melakukan misi lain di bulan ini. “Kerumitan dengan tempat Terumbu Swains adalah mereka sulit diakses secara logis dan sebenarnya ini adalah lingkungan yang sangat sulit untuk dikerjakan,” kata Nucifora.
Terdapat empat ledakan populasi besar bintang laut mahkota berduri sejak 1960 di Karang Penghalang Besar. Namun pulih setiap waktu karena selalu terdapat populasi ikan herbivora yang sehat. Ledakan populasi tersebut biasanya dipicu oleh nutrisi tambahan di dalam air, meskipun Sweatman menyebut, alasan ledakan populasi saat ini tidak jelas.
Terumbu karang masih memulihkan diri dari kerusakan yang disebabkan oleh pemutihan karang terburuk yang pernah ada, yang pada 2016 membunuh dua pertiga hamparan karang sepanjang 700 kilometer. Sebuah laporan yang diterbitkan di jurnal Science menemukan bahwa suhu laut yang tinggi lebih membahayakan karang tropis dan lebih sering terjadi ketimbang satu generasi yang lalu.
Unesco mencatat, Karang Penghalang Besar, mencakup 348 ribu kilometer persegi, adalah warisan dunia, yang terdaftar pada 1981 sebagai ekosistem terumbu karang paling luas dan menakjubkan di planet Bumi. (Ant)