Ratusan Warga Karanganyar Pesisir TPA Rawan Penyakit 

SOLO — Ratusan warga Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, masuk daerah rawan penyakit. Hal ini dikarenakan selama puluhan tahun warga  tinggal tak jauh dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Putri Cempo, Solo. 

Petugas Kesehatan Pemkab Karanganyar, melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh terhadap sekitar 450 warga Plesungan. Pemeriksaan dilakukan dengan screening kesehatan untuk mengetahui indikasi penyakit yang menjangkiti warga.

“Karena tinggal di dekat tempat sampah, tentu menjadi rawan terkena penyakit. Kami prihatin sebenarnya. Pemeriksaan kesehatan ini sebagai wujud antisipasi sekaligus kepedulian terhadap mereka,” kata Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, Jumat (1/12/2017).

Di  Dusun Ingasrejo, Desa Plesungan,  setidaknya terdapat 200 warga yang dilakukan pemeriksaan kesehatan, meliputi pengecekan penyakit yang dimungkinkan ada karena polusi sampah. Seperti diare, hepatitis dan gatal gatal.

“Intinya penyakit yang dapat diakibatkan dari pencemaran air maupun polusi udara. Kami juga memeriksa petugas sampah, karena bersinggungan langsung,”  lanjut Cucuk.

Dalam pemeriksaan kesehatan, Dinkes akan memantau kondisi warga yang selama puluhan tahun tingga di lokasi dekat sampah. Jika ditemukan warga yang terjangkit penyakit, pihaknya akan melakukan penangan secara medis.

“Bahkan, jika dinilai sudah kronis dan riskan untuk tempat tinggal, kita usulkan untuk direlokasi,” urainya.

Pemeriksaan kesehatan bagi warga yang tinggal di dekat lokasi pembuangan sampah juga dilakukan di Kecamatan Jumantono. Adanya TPA Sukosari  sedikitnya turut menimbulkan gangguan di tengah masyarakat. Terutama kondisi kesehatan bagi warga sekitar.

“Di Jumantono ada sekitar 250 warga yang kita periksa. Tahapnya sama, dengan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh,” tambahnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar, Edy Yusworo, menyatakan, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Dinkes untuk menetukan langkah DLH berikutnya. Jika kondisi warga sudah tidak memungkinkan, pihaknya akan berusaha memberikan kebijakan baru terkait lingkungan serta tempat tinggal.

“Melalui pemeriksaan secara klinis ini, warga bisa diketahui kondisi kesehatannya. Jika ada yang terkena penyakit,  bisa dirujuk  ke Puskesmas atau rumah sakit,” terang Edy.

Selain warga, sebanyak 114 petugas kebersihan yang setiap hari bersinggungan dengan sampah akan dilakukan uji laboratorium. Pemeriksaan juga untuk melindungi mereka yang menjadi pekerja sampah, agar kondisi kesehatan mereka terjada serta diantisipasi dengan baik.

Lihat juga...