Puluhan Ternak Terpaksa Tinggal di Kandang Seadanya
YOGYAKARTA – Sejumlah peternak korban bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bantul, melakukan perbaikan kandang yang rusak. Mereka bergotong-royong membangun kandang sementara, untuk tempat tinggal ternak mereka.
Salah satunya dilakukan sejumlah peternak di Dusun Sompok, Sriharjo, Imogiri, Bantul, yang menjadi daerah terdampak banjir cukup parah. Di dusun ini terdapat sejumlah kandang ternak milik warga yang hancur dan rusak akibat terendam dan terseret luapan air Sungai Oya.
“Kemarin saya harus mengungsikan dua ekor sapi saya ke tempat yang lebih tinggi. Sekarang sudah saya bawa pulang. Karena sudah saya buatkan kandang sementara, walaupun cuma seadanya,” ujar Tugiah, warga yang kandang ternaknya hancur.
Hal senada juga diungkapkan Ngajiman, yang mengaku kehilangan kandang ternak kambingnya akibat banjir. Ia pun segera memperbaiki kandang, agar bisa digunakan untuk tempat tinggal ternaknya.

“Saya datangkan tenaga dari jauh. Agar biar cepat selesai. Kalau tidak, kasihan kambing-kambing saya,” ujar Ngajiman, yang mengaku sempat mengevakuasi 11 ekor kambingnya.
Berbeda dengan Tugiah dan Ngajiman, warga lainnya, Ngatiman, mengaku hingga saat ini belum bisa memperbaiki kandang ternaknya yang hancur parah. Ia pun mengaku harus menitipkan ternaknya ke kandang milik saudaranya sejak persistiwa banjir pada Selasa, lalu.
“Kandang saya hancur parah, sementara saya belum bisa memperbaiki atau buat kandang baru sementara. Jadi, dua ekor sapi saya masih saya titipkan di tempat saudara,” katanya.
Seperti Ngatiman, peternak lainya Seno juga mengaku belum bisa memperbaiki kandang ternaknya yang rusak parah. Ia pun terpaksa menempatkan sapi miliknya di kandang yang hampir roboh.
“Kandang ini kemarin terendam air seluruhnya, sampai rusak parah. Tapi, saya belum semat memperbaiki. Terpaksa sapi tetap taruh di situ karena tak ada kandang lain yang bisa digunakan,” katanya.
Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, mencatat bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu mengakibatkan puluhan kandang ternak di 12 titik lokasi mengalami kerusakan. Kerusakan paling banyak terdapat di kecamatan Imogiri. “Untuk jumlah hewan ternak, baik sapi atau kambing yang mati, sampai saat ini belum terdata,” ujar Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Pulung Haryadi.