Pantai Minangrua Porakporanda Dihantam Gelombang Pasang

LAMPUNG — Gelombang pasang dampak siklon tropis Dahlia selain merusak sejumlah fasilitas jalan, gazebo, warung kuliner di wilayah pesisir kecamatan Kalianda, Rajabasa, juga memporakporandakan kawasan wisata Pantai Minangrua di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan.

Ardianto, salah satu warga Dusun Kayu Tabu, sekaligus anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Minangrua Bahari, mengatakan, gelombang pasang disertai angin sudah melanda sejak Kamis (30/11) malam, dan masih terjadi hingga Jumat (1/12) sore.

“Imbasnya, beberapa fasilitas wisata di Pantai Minangruah mengalami kerusakan dihantam gelombang disertai material sampah dari berbagai tempat”, katanya.

Ardianto juga menyebut, material sampah berupa kayu, bambu serta berbagai material sampah lain dari wilayah pesisir yang terbawa arus menuju ke tepi pantai ditambah dengan sampah dari aliran Sungai Kepayang, menimbun area laguna yang semula merupakan kawasan pantai  berpasir putih dan bersih tersebut.

Ratusan kubik sampah masih terdampar di pantai yang sekaligus menjadi lokasi sandar bagi perahu milik nelayan setempat sekaligus menjadi lokasi menepikan bagan apung terbuat dari kayu dan bambu.

“Hingga hari ini, Pokdarwis memang belum melakukan pembersihan sampah yang menumpuk di area pantai wisata Minangrua, karena sebagian warga masih sibuk membersihkan area rumahnya yang sebagian ikut terimbas badai siklon tropis Dahlia, di antaranya ada rumah yang gentengnya terjatuh dan bocor tertimpa ranting pohon,” terang Ardianto, Jumat (1/12/2017) petang.

Beruntung, kata Ardianto, gelombang tinggi hingga empat meter disertai angin kencang tidak merusak perahu milik nelayan setempat. Namun, terjangan ombak merusak sejumlah gazebo atau gubuk tempat berteduh wisatawan.

Bentang alam pasir pantai yang semula menjorok ke arah pantai cukup jauh bahkan kini dipenuhi berbagai jenis sampah yang membuat kawasan wisata tersebut terlihat sangat kotor.

Kepala Desa Kelawi, Syarifudin, saat dihubungi menyebut, kondisi kerusakan tempat wisata akibat badai siklon tropis Dahlia sudah ditinjaunya dan ia tengah berkoordinasi dengan pengurus Pokdarwis Minangrua Bahari untuk melakukan upaya pembersihan bersama masyarakat. Sebab, jika tidak dibersihkan, kondisi pantai yang sangat kotor tersebut akan membuat enggan wisatawan berkunjung, ditambah dalam dua hari ke depan merupakan waktu libur akhir pekan.

“Kerusakan fasilitas lokasi wisata berupa gubuk tempat berteduh serta beberapa properti yang dipergunakan untuk mempercantik lokasi wisata nanti akan diperbaiki secara gotong-royong, karena kerusakan ini akibat faktor alam, bukan faktor kesengajaan,” terang Syarifudin.

Akibat terjangan badai tersebut, muara sungai yang semula mengalir di sisi sebelah kanan mushola yang ada di tempat wisata Pantai Minangrua Bahari, bahkan berpindah lebih jauh. Sementara, pasir putih yang memudahkan wisatawan mendekati spot wisata Gua Lalay juga ikut terhanyut ke laut, sehingga Gua Lalay yang semula dekat menjadi lebih jauh ditempuh.

Area terdampak sampah di Pantai Minangrua diperkirakan mencapai 1.000 meter persegi, sementara gubuk tempat berteduh hanya mengalami kerusakan pada bagian atap.

Syarifudin berharap, setelah ada pembersihan oleh anggota Pokdarwis, pantai tersebut akan kembali bersih dan bisa dipergunakan untuk tempat menghabiskan waktu akhir pekan, meski dalam beberapa hari ke depan wisatawan diimbau tidak bermain dengan melakukan aktivitas mandi, dan hanya diperkenankan bermain di area pasir menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Ia juga menyebut, meski berada di tepi pantai, hingga kini belum ada warganya yang melaporkan terkena dampak cuaca buruk dan mengalami kerugian material.

Miang, salah-satu warga sekaligus anggota Pokdarwis Minangrua dan pengelola pantai, mengakui kondisi pantai pascabadai sangat kotor dengan material sampah dan dibutuhkan waktu hampir sepekan dan biaya tak sedikit untuk memulihkan kondisi pantai yang indah seperti semula. Belum termasuk perbaikan fasilitas gazebo, photobooth serta beberapa bagian destinasi wisata Pantai Minangrua yang porakporanda dihantam gelombang dan angin kencang selama dua hari berturut-turut tersebut.

Lihat juga...