Warga Celep Sukoharjo Protes Limbah Pabrik Tekstil
SOLO — Ancaman warga Desa Celep, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah, yang merasa dirugikan oleh adanya pencemaran lingkungan dari sebuah pabrik, menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik.
Didampingi berbagai organisasi mahasiswa, warga terdampak pencemaran oleh pabrik yang bergerak di bidang tekstil itu memprotes limbah pabrik yang dibuang di sungai. Tak hanya itu, pencemaran udara yang dirasakan warga dengan bau yang menyengat juga tak luput dari desakan pengunjuk rasa.
Koordinator Aksi, Ari Susanto, mengatakan, setidaknya 500 warga dikerahkan untuk protes terhadap limbah pabrik tersebut. Aksi ini merupakan aksi yang kedua, setelah warga sempat memprotes dengan mendatangi pabrik.
“Hingga saat ini pihak Direksi PT. RUM belum melaksanakan 8 poin kesepakatan kepada warga. Salah satunya untuk menghilangkan bau busuk yang membuat warga tidak nyaman masih dirasakan,” ucapnya, dalam aksi, Jumat (1/12/2017).
Melihat tidak ada gelagat baik untuk memperbaiki, warga akhirnya marah karena upaya pertama untuk menyelesaikan limbah tak menuai hasil positif. Dalam aksi kali kedua ini, warga mendesak pabrik menghentikan operasionalnya, karena limbah yang ditimbulkan meresahkan warga.
“Tidak hanya kesehatan warga yang dipertaruhkan. Limbah juga merusak ekosistem lingkungan sekitar. Maka, kita minta untuk pabrik stop operasi,” kata Ari.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa, Panji, menambahkan, sebagai kaum intelektual, mahasiswa akan turut mengawal keluhan warga Desa Celep. Mahasiswa juga menuntut persoalan limbah pabrik ini dapat diselesaikan.
“Jika memang ada indikasi pelanggaran pembuangan limbah dan menimbulkan dampak, maka pihak pabrik harus bertanggung jawab,” tandasnya.