Tahu Aci Slawi Makanan Khas yang Enak Disantap di Musim Hujan

JAKARTA — //Tahu digoreng dipletok/ dipangan panas kemplopok/ gurihe anjog neng gitok/ sing gede acine etok/ tahu Slawi sing terkenal//

Demikian penggalan lagu ‘Tahu Pletok’ dengan dialek Tegal yang khas dan medhok, diciptakan dan nyanyikan Najeeb Bahresy, yang mengekspresikan betapa tahu aci Slawi memang enak. Sungguh nikmat, lezat dan gurih sekali.

Baca Juga : Es Pisang Ijo, Menggoda di Saat Terik Matahari

Resep pembuatan tahu aci Slawi sangatlah mudah. Tahu kuning dipotong diagonal hingga berbentuk segitiga, kemudian bekas potongannya ditutup dengan aci (sejenis tepung) yang dibumbui dengan kocai.

Perlu diingat dalam membuat aci menggunakan bahan tepung yang berkualitas dan higienis agar terhindar dari kuman yang berbahaya. Selain itu ketika mengolah adonan tepung kanji hati-hati jangan sampai keenceran dan jangan sampai kurang air, jadi pastikan adonannya menjadi kalis dan mudah dibentuk.

Mas Eko, penjual tahu Slawi di Pancoran Jakarta/Foto: Akhmad Sekhu

Jika sampai salah membuat adonan, yaitu adonan kurang air maka hasilnya kurang memuaskan karena ketika dibentuk akan susah dan saat digoreng dalamnya akan kurang matang. Oleh karena itu, tipsnya saat membuat adonan tepung gunakan air panas atau hangat agar tepung kanji yang sedang diuleni akan memberikan tekstur yang lebih lunak dan ketika digoreng akan mengembang dan mudah matang.

Baca Juga : Kacimuih, Makanan Khas Minang yang Mulai Langka

Berbeda dengan tahu aci, tahu pletok komposisi acinya lebih banyak. Tahu pletok digoreng lebih lama sehingga lebih garing dan renyah.

Tahu aci yang masih mentah/Foto: Akhmad Sekhu

Tahu Aci Slawi, makanan yang menjadi camilan ini paling pas digunakan sebagai teman minum teh nasgitel alias panas, legi (manis), kentel (kental). Apalagi di musim hujan sekarang ini bisa untuk menghangatkan badan.

Tahu aci Slawi saat ini sudah ada diberbagai daerah, salah satu di Jakarta seperti di daerah Pancoran.

Baca Juga : ‘Gudeg Bu Sorok’, Kuliner Khas Jogja di Sumatera

Salah satu pedagang, Mas Eko menyebutkan, ia menjadi penjual tahu Aci Slawi secara turun-temurun. Dalam melayani pelanggan, ia menggoreng saat ada pesanan. Hal tersebut dikarenakan, dalam menyantap kuliner satu ini lebih enak dalam kondisi masih hangat.

“Tahu aci Slawi ini paling nikmat disantap kalau masih hangat,” puskasnya.

Lihat juga...