Sukses Memanajemen Konflik Kepentingan RSUD Daya Naik Kelas

MAKASSAR – Korupsi merupakan salah satu permasalahan pembangunan di Indonesia yang sudah merasuk ke semua bidang termasuk di pelayanan public dibidang kesehatan. Salah satu penyebab terjadinya korupsi adalah adanya konflik kepentingan yang dimiliki oleh penyelengara.

Sementra keberadaan pelayanan publik sangat rentan dengan konflik kepentingan terutama dirumah sakit. Dan jika hal tersebut terjadi, dampak yang terlihat adalah fasilitas dan pelayanan kesehatan seperti Rumah sakit tidak berkontribusi secara baik kepada masyarakat.

“Konflik kepentingan ibarat virus dan penyakit yang harus dilawan dengan manajemen rumah sakit yang profesional, transparan, dan akuntabel. Di Makassar, RSUD Daya sudah menerapkan hal tersebut”. Ungkap Walikota Makassar Dany Pamanto saat menjadi Keynote Speaker seminar dan diskusi Mendorong Rumah Sakit Daerah Daya menuju Rumah Sakit Percontohan Pencegah Konflik Kepentingan, Jumat (3/11/2017).

Dany menilai RSUD Daya Makassar merupakan sebuah laboratorium. Dari sebuah RS yang dulunya hanya memiliki kategori C lewat asistensi dari tim ACC (Anti Corruption Commite) yang konsen bersama KPK telah mengubah RSUD Daya  menjadi RS yang juga diperhitungkan di Kota Makassar. “Dari Rumah Sakit bintang 2 menjadi Rumah Sakit bintang 4,” tambahnya.

Salah satu pencegahan adanya konflik kepentingan diRSUD Daya dengan cara transparansi dan akuntabel. Hal ini telah dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, melalui pelelangan barang dan jasa menggunkan sistem e-katalog pada ULP (Unit Pelayanan Pengadaan).

Upaya tersebut untuk menutup peluang terjadinya konflik kepentingan diRSUD Daya ini. Lebih jauh Danny mengungkapkan bahwa pengelolaan RSUD Daya juga telah tersentuh program Makassar Sombere dan Smart City.

“Warga Makassar dapat menghubungi call center 112 untuk mendapatkan pelayanan darurat dari RSUD Daya. Kita juga ada Home Care yang dapat melayani semua lapisan di seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Danny mengatakan RSUD Daya ini merupakan sebuah perjuangan yang saat ini bertahap ditingkatkan kualitasnya untuk mencapai standarnisasi bertaraf international kedepan.

Disisi lain  Direktur RSUD Daya, dr Ardin Sani, sangat bangga dengan prestasi yang berangsur-angsur diraih oleh RSUD Daya. Tidak hanya itu saja ini membukti pelayanan diRSUD daya ini sangat baik, dengan ditunjang berbagai fasilitas yang memadai.

Ardin menjelaskan jika RSUD Daya ini sangat tepat jika dijadikan percontohan Rumah Sakit pencegahan konflik kepentingan. “Saat ini RS Daya, semua penyakit umum bisa kita tangani. Sekarang kita didukung dengan alat dan fasilitas yang cukup memadai. Sehingga kami bangga untuk itu”. paparnya.

Selain itu, jumlah paramedis dan perawat di rumah sakit yang beralamatkan di Jalan Perintis Kemerdekaan berjumlah 600an orang terdiri dari PNS dan tenaga sukarela. Yang bisa melayani masyarakat dengan baik.

Lihat juga...