ARUSHA – Unit anti-perburuan gelap Tanzia telah menangkap 128 tersangka pemburu gelap di beberapa bagian tengah Tanzania selama satu tahun belakangan.
Kepala Unit Anti-Perburuan Gelap Tanzania Tengah Keneth Sanga mengatakan, tersangka pemburu gelap berhasil ditangkap di beberapa bagian tengah negara Afrika Timur itu. “Ada penangkapan di Singida dan Dodoma antara 2016 hingga tahun ini,” ungkapnya.
Sebagian besar tersangka didapati memiliki senjata. Sebagian tersangka pemburu gelap ditemukan di suaka alam Rungwa-Kizigo dan Muhesi. Operasi anti-perburuan gelap telah membuahkan hasil sebab makin banyak tersangka pemburu gelap ditangkap dibandingkan dengan pasa masa lalu.
Ia juga mengatakan sebagian tersangka pemburu gelap didapati memiliki gading gajah, daging hewan liar dan yang lain memiliki kayu.”Tapi, kami optimistis bahwa selama masa itu, peristiwa perburuan gelap telah turun dibandingkan dengan tiga tahun belakangan,” kata Sanga, Minggu (15/10/2017).
Menurut Sanga, sebagian pemburu gelap sekarang menjalani hukuman di berbagai penjara. Sementara yang lain menunggu kasus mereka dibawa ke pengadilan di seluruh Tanzania Tengah.
Sanga mengatakan Pemerintah Tanzania telah menyita semua alat pengangkut seperti kendaraan dan sepeda motor yang digunakan oleh tersangka dalam melaksanakan misi perburuan gelap para tersangka.
Namun, ia juga mengungkapkan bahwa antara 2016 dan 2017, enam orang telah tewas oleh gajah di dua wilayah di Singida dan Dodoma. “Semua orang itu tewas karena tak memiliki pengetahuan mengenai cara menghadapi gajah dalam hal sifat hewan tersebut,” kata Sanga.
Pemerintah setempat telah mencoba mendidik warga terutama mereka yang tinggal di dekat suaka alam mengenai cara berhadapan dengan hewan liar. Upaya tersebut sebagai langkah antisipasi jika ada hewan liar menyerbu permukiman penduduk. (Ant)