Jaga Kesuburan Warga Sukabaru Aplikasikan Pupuk Kandang di Lahan Pertanian
LAMPUNG — Petani di Dusun Buring Desa Sukabaru Kecamatan Penengahan memanfaatkan pupuk kandang yang didapat dari kotoran ternak yang mereka pelihara. Hal tersebut salah satu cara tradisional masyarakat setempat untuk menjaga kesuburan tanah.
Marsim (47), salah satu warga menyebutkan, penggunaan pupuk kandang tersebut sudah dilakukan sejak puluhan tahun silam. Kotoran sapi, kambing dan rumput sisa pakan, cacahan batang pisang serta jerami yang sudah dibakar dicampur dalam sebuah lubang khusus hingga mengalami fermentasi.
“Pupuk kandang serta kompos tersebut dipersiapkan dalam beberapa lubang bersamaan dan dipanen saat sudah menjadi pupuk sempurna menyerupai tanah,” terang Marsim saat ditemui Cendana News, Jumat (13/10/2017), saat tengah melakukan pemindahan pupuk kandang ke lahan pertanian sawah miliknya.
Disebutkan, langkah tersebut sebagai salah satu cara menyikapi dari kurang produktifnya lahan meski sudah diberi pupuk kimia. Belajar dari penyuluh pertanian, ia menerangkan, kandungan unsur hara di dalam kotoran sapi bermanfaat besar untuk menutrisi tanaman sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal dengan adanya unsur Nitrogen (N),Fosfor (P) dan juga Kalium (K).
“Pemanfaatan kotoran sapi dan air kencing sapi, kambing yang diolah menjadi pupuk terbukti mampu mengembalikan unsur hara pada lahan pertanian,” sebutnya.

Pemanfaatan pupuk kandang diakuinya memiliki kelebihan di antaranya menghemat, tanah menjadi semakin gembur, menjaga kadar pH tanah yang mengalami kerusakan, meningkatkan produksi pertanian terbukti perbedaan tersebut dibuktikan dengan hasil tanaman padi petani lain yang tidak menggunakan pupuk kandang. Ia bahkan menyebut mampu menghasilkan padi yang lebih banyak termasuk penggunaan pupuk kandang pada lahan pertanian jagung serta tanaman pisang miliknya.
“Tanaman jagung manis dengan tanah yang sudah diberi pupuk kandang ikut terlihat lebih subur bahkan menghasilkan buah yang lebih banyak dan daun dan tebon yang menghijau,” jelasnya.
Tebon dan daun jagung yang masih menghijau saat jagung manis bisa dipanen dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak sapi. Sementara kulit jagung manis dimanfaatkan sebagai pakan ternak kambing dan daun pisang masih bisa dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak kambing.
“Meski secara keseluruhan belum bisa meninggalkan pupuk kimia namun pemberian pupuk kandang pada lahan pertanian ikut membantu kesuburan tanah lahan pertanian yang saya miliki,” terang Marsim.