Bangun Tol, Kalsel Perlu Belajar dari Lampung

BANJARMASIN – Sekretaris Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan, H Riswandi, berpendapat, pemerintah provinsinya perlu mempelajari atau belajar tentang pembangunan jalan tol di Provinsi Lampung.

“Apalagi kita juga mau membangun jalan tol dari Banjarbaru – Batulicin, ibukota Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan perkiraan panjang sekitar 150 kilometer,” ujarnya, di Banjarmasin, Sabtu (28/10/2017).

Menurutnya, Jalan tol di “Sang Bumi Ruwa Jurai” (motto daerah Lampung) yang menghubungkan dengan Sumatera Selatan (Sumsel) diperkirakan akan selesai 2018. Sementara panjang jalan tol Sang Bumi Ruwa Jurai yang menghubungkan dengan “kota empek-empek” Palembang, ibukota “Bumi Sriwijaya” Sumsel itu mencapai 600 kilometer.

Riswandi yang bergelar sarjana ilmu pemerintahan tersebut, merupakan salah satu anggota rombongan Komisi III DPRD Kalsel yang berkunjung ke Lampung pekan lalu. Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel IV/Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) itu mengaku terkesan dengan pembangunan jalan tol di Lampung.

“Dalam pembangunan jalan tol Lampung – Sumsel tersebut mereka duduk bersama, melibatkan semua pihak, yaitu tidak saja pemerintah pusat dan provinsi (Pemprov), tetapi juga pemerintah kabupaten/kota (Pemkab/Pemkot) setempat yang menjadi lintasan,” tuturnya.

“Dengan mencontoh Lampung, saya optimistis pembangunan jalan tol Banjarbaru – Batulicin sepanjang sekitar 150 kilometer bisa segera selesai,” ucap mantan pegawai Departmen Keuangan (Depkeu) Republik Indonesia tersebut.

Karena itu, lanjutnya, bagaimana cara melobi (melakukan pendekatan) dengan pemerintah pusat supaya menaruh perhatian yang lebih serius dan memberi bantuan, guna percepatan pembangunan jalan tol Banjarbaru – Batulicin.

Pembangunan jalan tol Banjarbaru – Batulicin bukan saja untuk mempercepat hubungan dengan wilayah timur Kalsel tersebut, tetapi juga diharapkan lebih membuka keterisolasian beberapa kawasan yang selama ini belum terjangkau.

“Selain itu, jalan tol dipercaya akan mempercepat pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Kalsel yang terdiri atas 13 kabupaten/kota”, kata Riswandi.

Banua Anam atau daerah hulu sungai Kalsel itu meliputi Kabupaten Tapin, HSS, HST, Hulu Sungai Utata (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong yang juga berbataskan Provinsi Kalimantan Timur serta Kalimantan Tengah tersebut juga memili sumber daya alam (SDA) cukup potensial. (Ant)

Lihat juga...