SMAN 1 Penengahan Ciptakan Sekolah Berbasis Taman

LAMPUNG — Upaya membuat lingkungan sekolah menjadi tempat yang nyaman untuk belajar terus dilakukan oleh SMAN 1 Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Pihak sekolah melakukan penambahan berbagai fasilitas penunjang berupa ruang belajar yang sejuk dan membuat betah para siswa hingga di luar lingkungan kelas.

Kepala Sekolah SMAN 1 Penengahan Drs.Hariri Usman menyebut saat ini dengan areal seluas satu hektare lebih banyak areal terbuka yang masih bisa dimanfaatkan untuk ruang terbuka hijau.

Pembenahan di lingkungan sekolah tingkat SMA tersebut diakui Drs.Hariri Usman sudah dilakukan semenjak 2016 dengan penanaman berbagai jenis pohon peneduh di antaranya mahoni, ketapang, sonokeling, palem, beringin serta berbagai jenis bunga berupa pucuk merah, melati serta berbagai jenis bunga yang mempercantik area sekolah.

Setiap kelas yang saat ini berjumlah sebanyak 10 rombongan belajar diakui Hariri Usman bahkan dilengkapi setiap taman yang dikelola masing masing kelas dengan dilengkapi tempat duduk.

“Komitmen sekolah kami untuk menciptakan dunia pendidikan yang nyaman dengan membentuk lingkungan sekolah yang nyaman,hijau bahkan sebelum ada slogan go green sekolah kami sudah menanam berbagai jenis tanaman peneduh sehingga lingkungan sekolah menjadi seperti taman,” terang Hariri Usman saat ditemui Cendana News di lingkungan SMAN 1 Penengahan yang dipenuhi dengan berbagai jenis tanaman peneduh, Kamis (28/9/2017)

Drs.Hariri Usman Kepala Sekolah SMAN 1 Penengahan memperlihatkan berbagai tanaman hias sebagai taman di depan setiap kelas dan jalan setapak sistem paving blok /Foto: Henk Widi,

Lingkungan sekolah yang banyak ditumbuhi rumput Jepang diakuinya sengaja tidak ditutupi dengan hamparan semen. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan peresapan air. Akses penghubung kelas dengan halaman dan ke beberapa ruangan di antaranya ruang guru, halaman,perpustakaan dan parkir dibuat jalan setapak dengan sistem paving block.

Penggunaan sistem paving block untuk pembuatan jalan setapak tersebut bahkan terintegrasi dengan sejumlah taman di area terbuka yang luas ditumbuhi pepohonan peneduh dan tempat duduk yang kerap dilakukan untuk berkumpul para siswa bahkan bersosialiasi.

Sejumlah tempat duduk artistik terbuat dari semen yang dibentuk menjadi pangkal pangkal pohon bahkan diakuinya bisa menjadi lokasi menonton pertandingan bola basket dengan posisi lapangan berada di tengah sekolah.

Menciptakan lingkungan sekolah yang membentuk taman tersebut bukan tanpa rintangan diakui Hariri dengan kemalasan para siswa membuat taman. Untuk itu diambil  langkah cerdik, seperti menyesuaikan perkembangan anak anak SMA yang memasuki era milenial. Berkat kreativitas guru menciptakan ajang kompetisi lomba foto taman dan diunggah ke media sosial Instagram para siswa lebih terpacu menata setiap kelas berikut taman.

“Pihak sekolah melalui guru kesenian dan OSIS melakukan kompetisi kelas terbersih,foto taman yang digelar setiap iven tertentu dan ini memacu siswa berkreatifitas dalam membuat dan mengelola taman kelas serta taman sekolah,” beber Hariri.

Kepala sekolah yang saat ini memimpin sebanyak 363 siswa pada tahun ajaran 2017/2018 dengan sebanyak 10 kelas tersebut mengungkapkan lingkungan yang nyaman sekaligus mendorong semangat para siswa untuk belajar dan meningkatkan prestasi akademik.

Berbagai prestasi akademik siswa terpampang rapi dalam berbagai bentuk piagam penghargaan dan piala yang diberikan kepada siswa berprestasi dalam bidang olahraga maupun beberapa kegiatan lain dalam bidang akademik.

Penciptaan kondisi sekolah yang nyaman dan dilengkapi dengan taman tersebut diakui Hariri Usman dilakukan secara berkelanjutan dengan penambahan berbagai jenis bunga yang sebagian sudah perlu diganti.

Meski kondisi musim kemarau bahkan mengakibatkan beberapa tanaman nyaris mati namun berkat ketersediaan air yang cukup masih bisa dipergunakan untuk penyiraman tanaman yang dilakukan oleh para siswa dan tukang kebun.

Tempat duduk buatan di bawah rindangnya pepohonan disediakan di setiap sudut sekolah SMAN 1 Penengahan /Foto: Henk Widi.

“Saat hujan melanda wilayah kami meski sebagian wilayah terendam namun dengan lingkungan yang memiliki area resapan air yang bagus adanya halaman penuh rumput membuat air cepat meresap dan tidak menggenang,” ujar Hariri.

Pada akhir September ini ungkap Hariri Usman dengan lingkungan sekolah yang nyaman ratusan siswa SMAN 1 Penengahan diakuinya tengah menjalani ulangan atau ujian bersama mid semester ganjil selama sepekan.

Beberapa pelajaran ulangan bersama mid semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018 diujikan bagi siswa kelas X sebanyak 16 mata pelajaran,XII sebanyak 16 mata pelajaran dan XII dengan sebanyak 14 pelajaran sesuai dengan program setiap kelas meliputi program IPA dan IPS.

Kegiatan ulangan bersama mid semester tingkat SMA di SMAN 1 Penengahan tersebut ungkap Hariri Usman diselenggarakan selama sepekan sejak Senin (25/9) dan akan berakhir pada Sabtu (30/9). Menggunakan sebanyak 10 ruangan, setiap kelas akan diawasi oleh sebanyak 26 guru pengawas untuk kelancaran kegiatan ulangan mid semester tersebut.

Para siswa SMAN 1 Penengahan mengecek jadwal ulangan mid semester ganjil di papan pengumuman /Foto: Henk Widi.

 

Lihat juga...