Stok Garam di Babel Menipis

PANGKALPINANG — Stok garam halus dan kasar di distributor dan sejumlah pasar tradisional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menipis dan harga mengalami kenaikan karena permintaan yang tinggi dan pasokan dari daerah sentra produksi berkurang.

“Saat ini stok garam halus untuk konsumsi hanya sekitar 60 ton atau hanya cukup seminggu ke depan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Babel, Yuliswan di Pangkalpinang, Kamis (28/9).

Ia menjelaskan stok garam kasar untuk kebutuhan usaha pengasinan ikan, balok es dan lainnya tersisa 140 ton dibandingkan sebelumnya 350 ton, karena dalam dua pekan terakhir distributor belum mendapatkan pasokan dari luar daerah.

“Kami telah berkoordinasi dengan distributor garam di daerah produksi garam untuk segera menyalurkan garam ke distributor daerah ini, guna mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga,” katanya.

Yuliswan mengatakan ketersediaan garam yang kurang itu berdampak langsung kepada kenaikan harga. Garam halus naik menjadi Rp10.000 dari Rp5.000 per bungkus.

Demikian juga harga garam kasar untuk industri kecil menengah naik menjadi Rp250.000 per karung (satuan isi 50 kilogram) dari Rp210.000 per kilogram.

“Mudah-mudahan pasokan garam segera datang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi,” ujarnya.

Menurut dia, ketersediaan garam yang kurang ini tidak hanya terjadi di Kepulauan Babel, tetapi di seluruh provinsi di Indonesia karena produksi petani garam yang mengalami penurunan drastis.

“Kami hanya bisa berharap produksi garam petani kembali meningkat dan pasokan ke daerah ini lancar, sehingga masyarakat khususnya pelaku usaha kecil menengah tidak lagi kesulitan menjalankan usahanya,” ujarnya(Ant).

 

Lihat juga...