Kemarau, Peternak Sapi Lereng Merapi Kesulitan Cari Rumput

YOGYAKARTA – Di tengah musim kemarau seperti saat ini sejumlah peternak di kawasan Cangkringan, Sleman, mulai kesulitan mencari rumput untuk kebutuhan pakan ternak. Hal itu disebabkan karena semakin minimnya ketersediaan rumput.

Para peternak pun terpaksa harus mencari rumput pakan ternak hingga ke luar desa yang berjarak beberapa kilometer dari kandang mereka. Salah satunya dialami seorang peternak sapi, Haryanto, warga Dusun Kuwang, Bakalan, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.

Memiliki 3 ekor sapi, ia mengaku harus mencari rumput sebanyak 2 karung per hari. Padahal untuk mendapatkan satu karung saja ia membutuhkan waktu sedikitnya 3 jam. Sehingga setiap hari ia pun harus meluangkan waktu hingga 6 jam untuk mencari rumput pakan ternak.

“Sekarang semakin sulit. Tiga jam mencari hanya dapat 1 karung. Itu pun harus sampai sekitar lereng Gunung Merapi. Sekitar tiga kilometer. Padahal dulu saat musim hujan hanya mencari sekitar sini saja. Sebentar saja juga sudah dapat satu karung,” katanya, Kamis (14/9/2017).

Untuk mengatasi keterbatasan ketersediaan rumput itu, Haryanto pun mengaku harus mencari rumput dua kali dalam sehari. Yakni pada saat pagi hari serta saat sore hari. Ia mengaku sengaja mencari rumput lebih awal guna mengantisipasi sulitnya mencari rumput.

“Kualitas rumput saat musim kemarau seperti sekarang juga kurang bagus. Banyak yang kering. Sehingga biasanya ternak saya beri tambahan makanan seperti dedak dan komboran. Untuk selingan damen (batang padi kering) dan rumput segar,” katanya.

Haryanto sendiri mengaku dari 3 sapi miliknya, 2 ekor sapi merupakan jenis Peranakan Onggole (PO) sementara 1 jenis lainnya merupakan jenis Limosin. Sapi tersebut awalnya merupakan bantuan hibah dari UGM yang kemudian beranak.

“Untuk jenis PO atau sapi Jawa lebih lama besar dibandingkan jenis Limosin. Tapi perawatan serta peranakanya lebih mudah,” tutupnya.

Peternak sapi. Foto: Jatmika H Kusmargana

 

Lihat juga...