Dibuat Secara Tradisional Rujak Bebek Masih Diminati Masyarakat

LAMPUNG — Makanan ringan tradisional dari berbagai jenis buah buahan dengan ciri khas bumbu pedas dari campuran cabai rawit serta terasi menjadi rujak yang nikmat disantap sebagai kudapan saat tengah hari dalam cuaca panas.

Imam, warga asal Indramayu Jawa Barat yang merantau ke Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur bahkan menekuni usaha penjualan rujak bebek yang dijualnya dengan cara berkeliling dengan pikulan dari kayu.

Sama dengan rujak jenis lain, Imam mengaku menyiapkan bahan di antaranya jambu air, ubi jalar pengganti pisang batu, kedondong, mangga, bengkuang serta beberapa buah lain. Bahan bahan tersebut disiapkan dalam wadah khusus terbuat dari papan dan kayu yang dirakitnya sedemikian rupa sehingga bisa dipikul sembari berjalan kaki, lengkap dengan alat pembuat rujak bebek dan kursi duduk kecil.

Proses pembuatan rujak bebek diakuinya cukup sederhana dengan cara melakukan proses pengupasan semua jenis buah yang sudah disiapkan dan untuk kepraktisan dirinya sudah melakukan saat berada di rumah sebelum berjualan.

Saat pelanggan memesan rujak bebek, semua jenis buah yang sudah dikupas disiapkan sembari melakukan proses penumbukan (bebek) menggunakan alat khusus berupa alat bebek terbuat dari kayu. Tambahan bumbu kacang yang dihaluskan berikut irisan gula merah ditambahkan pada tumbukan buah yang sudah bercampur cabai untuk mengurangi rasa pedas.

Rujak dengan sensasi rasa pedas yang kerap dianggap menjadi penyebab sakit perut diakui Imam disiasati dengan penambahan pisang batu yang terbukti ampuh menjadi obat.

Sebagai makanan tradisional yang sudah jarang ditemui Imam menyebut rujak bebek miliknya yang dijual secara berkeliling kerap dipesan dalam jumlah banyak terutama oleh warga yang melangsungkan selamatan atau syukuran kelahiran anak sesuai tradisi Jawa.

“Dalam sehari saya mendapatkan omzet ratusan ribu dari menjual rujak bebek yang saya jual seharga sepuluh ribu satu cup plastik dan kerap saya mendapat pesanan hingga ratusan cup dalam acara khusus kelahiran anak,” terang Imam.

Rujak bebek keliling dengan cara dipikul dijual oleh Imam warga Kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur [Foto: Henk Widi]
Sohri, salah satu penyuka rujak bebek menyebut meski tidak begitu menyukai makanan pedas namun ia mengaku dalam kondisi cuaca panas selama beberapa pekan terakhir dirinya memesan satu porsi rujak bebek sebagai kudapan menyegarkan dengan rasa manis, asam dan asin.

“Biasanya saya menyukai rujak kupas lalu diiris dengan catatan tidak terlalu pedas dan tidak ditumbuk namun hari ini saya ingin menikmati rujak bebek,” ungkap Sohri.

Sohri juga menyebut saat ini sukar mendapati pedagang rujak bebek karena kudapan tradisional tersebut hanya ada di beberapa tempat dan jika ada menu rujak ia menyebut sebagian besar penjual rujak merupakan jenis rujak iris dan tidak dilakukan proses penghalusan dengan dibebek.

Lihat juga...