Parade Tari Nusantara TMII Perebutkan Piala Ibu Tien Soeharto

JAKARTA — Demi menjaga pelestarian kebudayaan Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar Parade Tari Nusantara 2017 bertema “Kreativitas Tari Pada Proses Adat Masyarakat Daerah Berbasis Kerakyatan”.

Parade Tari Nusantara ini digelar untuk yang ke-36 kalinya dengan diikuti ratusan peserta dari 26 provinsi dan menampilkan kebudayaan daerahnya masing-masing. Gelaran menakjubkan tari tradisional digelar di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Sabtu (19/8/2017).

Direktur Budaya TMII, Sulistio Tirtokusumo mengatakan, acara ini diselenggarakan dalam rangka mendorong seni tari daerah melalui ajang kreativitas karya seni baru yang bersumber dari seni tari daerah mewakili provinsi.

“Parade Tari Nusantara ini merupakan program tahunan TMII yang sudah berlangsung sejak tahun 1982, untuk memperebutkan piala bergilir Ibu Tien Soeharto, sebagai pegagas TMII,” ujar Sulistio kepada Cendana News.

Direktur Budaya TMII, Sulistio Tirtokusumo. Foto: Sri

Disebutkan, melalui kegiatan ini, TMII berupaya melestarikan kebudayaan Indonesia. Dimana beragam judul tari tradisional diangkat oleh seniman daerah untuk menunjukkan karya terbaiknya.

“Kegiatan ini, selain mencari siapa yang terbaik, juga mempererat kebhinnekaan yang semua itu adalah Indonesia melalui beragam khazanah budaya,” ungkap Sulistio.

Senada dengan Sulistio, Kepala Bagian Produksi dan Kreatif Bidang Program Budaya TMII, Trimawarsanti menambahkan, kegiatan ini sebagai sarana untuk memperkenalkan, mempromosikan dan menyebarluaskan produk karya seni daerah, khususnya seni tari garapan baru bernuansa tradisi khas daerah dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Acara ini program nasional yang rutin digelar TMII, dan menjadi kancah silaturahmi juga, sehingga kita bisa melihat perjalanan lintas seni daerahnya sudah sampai mana,” ujar Santi.

Santi berharap lewat kegiatan ini kreativitas seniman-seniman di daerah itu akan muncul dan menjadi tolak ukur kedepannya lebih maju. Intinya, kata Santi, ajang ini wahana berkumpulnya para seniman di TMII menjadi satu tolak ukur sejauhmana kebudayaan mereka berkembang dalam upaya menjaga pelestarian budaya Indonesia.

Kepala Bagian Produksi dan Kreatif Bidang Program Budaya TMII, Trimawarsanti. Foto: Sri

Adapun kreteria penilaiannya, dilihat penata tari, penata musik, dan penata busana. Sementara para juri di antaranya Wiwik Sipala, Frans Sartono, Abdul Rohim (pengamat daerah terbaik tahun 2016), Eko Suprianto dan tentunya dari TMII yaitu Sigit Winardjo, serta para pengamat daerah dari 26 provinsi.

Parade Tari Nusantara TMII ke 36 ini akan berakhir hingga pukul 22.00 WIB. Di penghujung acara nanti akan diberikan piala pergilir Ibu Tien Soeharto kepada Juara Umum. Selain dapat piala bergilir Ibu Tien, juara umum ini akan mendapatkan hadiah Rp 10 juta dan uang pembinaan Rp 3 juta, jadi totalnya Rp 13 juta. Adapun untuk penata tari terbaik, penata busana terbaik, penata musik terbaik, dan zona tari terbaik akan diberikan uang pembinaan sebesar Rp 3 juta untuk masing-masing.

“Piala bergilir Ibu Tien Soeharto akan diberikan pada Malam Anugerah Parade Tari Nusantara 2017, nanti malam. Yang sebelumnya akan dimeriah dulu oleh tarian dari perwakilan lima zona dan penampilan Eko Suprianto,” ujar Santi.

Sekedar informasi, pada tahun 2016 lalu, yang menjadi juara umum Parade Tari Nusantara TMII yakni Provinsi Bali.

Penonton terlihat antusias dengan perasaan bangga menyaksikan tarian daerah yang tak hanya memukau mata memandang tapi hati karena ketakjuban tarian daerah berbasis kerakyatan, salah satunya dinamika prosesi perkawinan adat Maluku Karimun Provinsi Kepulauan Riau yang dihadirkan dalam karya tari bertajuk “Bahtera Asmara”.

Lihat juga...