Hutan Lindung di Sikka Kerap Terbakar karena Puntung Rokok

MAUMERE –– Kebakaran hutan yang melanda kawasan hutan lindung Egon di Desa Blidit Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka merupakan faktor kesengajaan yang diduga berawal dari puntung rokok yang dibuang pengendara.

Demikian disampaikan Vitalis Nong Vendi kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) wilayah Kabupaten Sikka saat ditemui Cendana News Rabu (2/8/2017) siang di kantornya.

Dikatakan Nong Vendi, kawasan hutan Egon Ilimedo yang terbakar tersebut seluas 250 hektar dan kebakaran tersebut selalu terjadi hampir setiap tahun sehingga diduga ada kesengajaan dari masyarakat.

“Di wilayah hutan lindung terdapat jalan raya yang menghubungkan kecamatan Waigete dan Mapitara sehingga kendaraan selalu hilir mudik di dalam kawasan hutan lindung sehingga sering terjadi kebakaran hutan,” ujarnya.

Dirinya berharap agar masyarakat mempunyai kepedulian dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan di dalam kawasan hutan lindung dimana terdapat banyak semak belukar.

“Kalau musim panas rumput semua mongering sehingga mudah sekali terbakar bila terkena api apalagi kulit  pohon Pahlawan kering dan terkenan api mudah terbang tertiup angin,” ungkapnya.

Hery Naif manejer program Wahana Tani Mandiri yang selalu memberikan pendampingan bagi warga di sekitar kawasan hutan lindung Egon/ Foto : Ebed de Rosary.

Hery Naif, Direktur Program Wahana Tani Mandiri (WTM) yang terlibat dalam pendampingan masyarakat di sekitar kawasan hutan lindung Egon menyesalkan peristiwa kebakaran ini yang menurutnya selalu terjadi sehingga pasti ada unsure kesengajaan.

Apalagi tandas Hery, kawasan hutan lindung ini sangat gersang dan gundul akibat adanya penebangan liar yang dulunya sering dilakukan masyarakat sekitar kawasan hutan yang sampai saat ini pun masih ada walaupun sudah jauh berkurang.

“Kebakaran hutan lindung Egon Ilin Medo memberikan dampak buruk bagi lingkungan hidup sebab akan banyak sumber air bakal kering, banyak satwa liar akan migrasi,” sesalnya.

Petugas kehutanan juga terbatas dan sarana pemadam kebakaran pun sangat minim sehingga pihak Kehutanan kesulitan dalam memadamkan api bila terjadi kebakaran dalam kawasan hutan lindung Egon Ilimedo dan Iligai.

Kasan hutan lindung Egon terbakar sejak Rabu (26/7/2017) dan bisa dipadamkan Kamis (27/7/2017).  Namun ada beberapa wilayah yang berada di dalam tebing dekat kawah gunung Egon sulit dipadamkan karena letaknya di kemiringan.

 

Lihat juga...