Kanwil Pajak Kalselteng Bidik Pajak Pengusaha Pemula
BANJARMASIN —- Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terus melakukan berbagai terobosan guna meningkatkan minat wajib pajak (WP) membayar pajak kepada negara.
Salah satunya dengan menyasar pasar para pengusaha pemula melalui kegiatan Talkshow Kewirausahaan bekerjasama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI-PT) Kalsel, Rabu (2/8/2017) di Kanwil DJP Kalselteng Banjarmasin.
“Melalui kegiatan ini kami ingin para pengusaha pemula yang menjadi anggota HIPMI PT bisa lebih mengenal terkait masalah perpajakan sejak dini. Hal tersebut penting agar mereka bisa menjadi pengusaha yang taat pajak,” tegas Kepala Bidang Pendaftaran Ekstensifikasi dan Penilaian Kanwil DJP Kalsel-Teng Nurshinta Rifianty Rifani di sela acara.
Pihaknya terus mencoba menggali berbagai sumber penerimaan pajak yang dapat dikembangkan. Salah satunya lewat pajak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya para pengusaha pemula.
“Kita memang tak ada target khusus untuk sekarang pada wajib pajak UMKM. Karena sekarang fokusnya adalah sosialisasi dulu terhadap mereka, salah satunya melalui talkshow kali ini. Itu agar mereka tak salah kaprah dulu terkait masalah pajak,” Nurshinta menambahkan.
Melalui sosialisasi yang baik, ia berharap para wajib pajak UMKM, khususnya pengusaha pemula, lebih sadar membayar pajak. Ia mengatakan pengusaha muda asli Indonesia mesti ikut berjuang membangun negara melalui tertib membayar pajak.
“Karena pajak yang dibayarkan akan disalurkan kembali untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) maupun infrastruktur bagi negara,” ujar dia.
Adapun realisasi pajak semester satu 2017 di Kalselteng baru mencapai 40 persen dari target Rp3,3 triliun. Kontribusi realisasi pajak terbesar masih didominasi oleh sektor perdagangan besar, pertambangan, jasa transportasi, jasa keuangan perbankan, dan sektor administrasi.
“Kalau untuk UMKM, khususnya pengusaha pemula masih kecil kontribusinya. Namun jika melihat potensi, ke depannya bisa dimaksimalkan, tentu akan menambah realisasi penerimaan pajak yang cukup signifikan bagi negara,” tutur Nurshinta.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Kalsel Gusti Ervin Wardhana merespons positif kegiatan diskusi perihal pajak.
Selain bisa berbagi inspirasi kepada kawan-kawan mahasiswa, kata Ervin, kegiatan ini menjadi bekal ilmu para pengusaha pemula agar taat pajak.
Ia berjanji lebih intens mensosialisasikan kepada anggota terkait pentingnya membayar pajak atas usaha yang sudah dirintis dan mampu menghasilkan laba.
“Selama ini memang akui masih minim anggota kita yang menjadi wajib pajak dan taat membayar pajaknya kepada negara. Padahal itu merupakan sebuah kewajiban kita sebagai warga negara yang baik,” ujar Gusti Ervin.