“Cry Jailolo” Meriahkan Malam Anugrah Parade Tari Nusantara TMII

JAKARTA — Malam Anugerah Parade Tari Nusantara Taman Mini Indonesia (TMII) ke-36 yang digelar di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Sabtu (19/8/2017) malam dipenuhi antusias penonton menyaksikan puncak acara, penganugrahan piala bergilir Ibu Tien Soeharto.

“Cry Jailolo” tarian karya seniman Eko Supriyanto ditampilkan sebagai pembuka acara. Tarian yang ditarikan oleh 7 pemuda Halmahera Barat ini adalah cuplikan dari satu jam karya tari kontemporer mewakili Indonesia yang telah dipentaskan diberbagai festival bergengsi di eropa, Australia dan Asia dari tahun 2013 hingga tahun 2016. Tour dunia masih akan berlanjut sepanjang tahun 2017 dan 2018.

Tarian ini interprestasi kontemporer yang terinspirasi tarian tradisional Suku Sahu yang bernama Tari Legu Salai, Sara Dabi Dabi dan Soys Soya dari Jailolo Halmahera Barat, Maluku Utara. Merupakan sebuah ekspresi dari harapan dan keyakinan bahwa perusakan terumbu karang dan laut di Teluk Jailolo dapat segera dihentikan. Demi kembalinya kesimbangan biota laut dan keindahan kehidupan kultur maritim.

Tari ” Manwermor” Papuan Barat. Foto: Sri

Penonton semakin dibuat terpukau lewat penampilan lima duta seni zona antar wilayah se-Indonesia, yaitu Papua Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Dearah Istimewa Yogyakarta, dan Provinsi Riau.

Keistimewaan dan keunikan pohon Manwermor dari Manukwari Kabupaten Papua Barat, menyatu dengan garapan tari gerak berunsur ritual para biksu dari Sulawesi Selatan yang merupakan wujud persembahan dan komunikasi kepada dewa-dewa. Begitulah filosofi tarian “Manwermor” dari Provinsi Papua Barat. Dilanjutkan dengan prosesi adat ritus masyarakat Dayak Kayam Mendalam dalam garapan tari “Lemari Ugaal” Kalimantan Barat.

Tak kalah memukau yakni Reronce, ronce, untaian sambung-sinambung berututan tanpa putus dari awal hingga akhir. Tradisi proses upacara adat pernikahan dalam garapan “Rorence” suguhan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dikaloborasikan dengan proses mengantar penganten laki-laki di provinsi Riau untuk disandingkan dalam tarian “Hari Langsung” tampilan Provinsi Riau.

Tari “Pejjaga Assoloreng” dari Sulawesi Selatan. Foto: Sri

Penampilan tari Cry Jailolo dan lima duta seni perwakilan wilayah se Indonesia tak dipungkuri mampu mengoyak hati untuk bangkitkan mata terus memandang sebagai rasa terpukau akan gerak tari para penari putra-putri daerah.

Lihat juga...