Ceker Mercon Menu Favorit Bagi Pecinta Makanan Pedas

LAMPUNG — Kesukaan masyarakat akan makanan pedas membuat kreasi makanan dari kaki ayam yang diolah sedemikian rupa layaknya mengolah ceker ayam biasa. Namun khusus untuk ceker mercon ditambahi dengan sambal yang cukup pedas yang memiliki level tidak biasa yang membuat menu olahan tersebut dikenal dengan sebutan ceker mercon.

Salah satu penyedia ceker mercon di Kabupaten Lampung Selatan, Yulinda (30) mengungkapkan, melalui kreasi dan sesuai namanya, ceker mercon diakuinya merupakan nama yang cukup dikenal masyarakat dengan rasa pedas yang mengigit dan sensasi meledak saat disantap.

“Sensasi ceker mercon kuncinya pada bumbu pedasnya,” terang Yulinda saat dijumpai Cendana News di Desa Sri Pendowo Ketapang, Sabtu (12/8/2017).

Ceker mercon berbahan dasar ceker ayam potong berukuran lebih besar dibandingkan ceker ayam kampung sehingga sensasi memakan ceker ayam bisa lebih nikmat.

Yulinda pemilik kedai Yuli penyedia kuliner ceker mercon di Ketapang [Foto: Henk Widi]
Sebelum proses pembuatan, 2 kilogram ceker yang dibelinya setiap hari direbus hingga empuk, selanjutny ditambahi bumbu di antaranya bawang merah, bawang putih, cabai rawit dan cabai besar, kunyit, jahe, serai, daun jeruk, kemiri, daun salam, lengkuas, terasi dan garam. Setelah bumbu yang sudah digiling hingga halus proses penumisan pada wajan dilakukan bersama dengan tambahan batang serai segar dan daun jeruk.

Selanjutnya ceker ayam yang telah matang dicampurkan dengan bumbu dan santan encer untuk menciptakan saus yang lezat dan untuk mendapatkan warna merah ia sengaja menambahi ulekan cabai merah sekaligus menciptakan sensasi pedas.

Kunci pembuatan ceker mercon yang lezat diakuinya terletak pada bumbu daun jeruk dan serai serta bumbu lain yang bisa meresap hingga ke tulang yang diolah hingga empuk menggunakan tekhnik presto sehingga pelanggan tak hanya bisa menikmati daging atau kulit ceker melainkan hingga ke tulangnya.

Sebagai penambah level kepedasan pada ceker mercon buatannya, Yulinda mengaku kerap menawarkan tambahan sambal cabai kepada pelanggannya sebelum ceker mercon tersebut disajikan dalam sebuah mangkuk kecil lengkap dengan nasi putih.

Ia menyebut meski ada yang sudah menyukai level kepedasan pada ceker mercon buatannya namun sebagian ada yang masih meminta ceker buatannya ditambahi dengan saus cabai atau ulekan cabai merah.

Dinda salah satu warga mengaku suka menikmati menu ceker mercon tersebut bersama rekan rekannya saat akhir pekan dipadukan dengan menu minuman berupa es jeruk atau es buah lainnya.

“Kalau sedang ingin menikmati menu ceker mercon sendiri saya datang ke sini dan memesan untuk dibungkus dan dimakan di rumah dan kerap makan di sini sembari menikmati akhir pekan,” ungkap Dinda.

Dinda, menikmati sajian kuliner ceker mercon di Kedai Yuli Ketapang [Foto: Henk Widi]
Rasa pedas pada bumbu ceker mercon yang merupakan olahan menyerupai gulai rendang berwarna kecoklatan dan tekstur lembut dari ceker ayam yang sudah dimasak cukup empuk membuat dirinya menyantap ceker ayam tersebut hingga habis karena tekhnik memasak ceker dengan presto membuat tulang ceker menjadi empuk.

Sementara Erni salah satu siswa sekolah dari sebuah SMA di Ketapang menyebut kuliner ceker mercon yang kini sedang kekinian serta berbagai menu menarik lain menjadi kuliner yang disukai anak anak dan pas bagi kantong pelajar. Berbagai menu yang ditawarkan dengan menu olahan ikan, ceker mercon dan minuman bahkan hanya seharga Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per porsi.

Menu ceker ayam yang kerap dibeli olehnya bersama kawan kawan diakuinya bahkan dibeli tanpa nasi dan dinikmati bersama menu minuman lain mengurangi sensasi pedas setelah menyantap ceker mercon. Berbagai menu makanan tersebut salah satunya ceker mercon sekaligus momen saat menikmati kuliner berbagai jenis diakui Erni kerap diunggahnya di media sosial Instagram sekaligus memperkenalkan berbagai kuliner yang ada di pesisir pantai Timur Lampung tersebut.

Lihat juga...