Banyak Sampah, Kotim Gagal Raih Adipura

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengakui pengelolaan sampah yang belum maksimal, khususnya di Sampit, mengakibatkan daerahnya kembali gagal meraih piala Adipura.

“Beberapa jalan memang cukup tidak bersih. Bahkan di beberapa titik masih banyak sampah yang berserakan,” kata Wakil Bupati, HM. Taufiq Mukri di Sampit, Kamis (3/8/2017).

Hal itu, kata dia, salah satu indikator penilaian Adipura di daerah ini rendah. Belum lagi masih sering terjadi banjir pada saat hujan deras turun. “Kemungkinan itu juga menjadi penyebab kegagalan meraih Adipura,” katanya.

Tahun ini, Kotawaringin Timur kembali gagal meraih piala Adipura. Secara jujur pemerintah daerah mengakui tingkat kebersihan lingkungan, khususnya di Sampit, mengalami penurunan, sehingga memengaruhi saat penilaian Adipura.

Tidak hanya kebersihan di pasar dan objek yang menjadi penilaian, penurunan tingkat kebersihan juga terjadi kawasan permukiman. Kesadaran masyarakat untuk membersihkan lingkungan harus kembali didorong dan ditingkatkan.

Pemerintah daerah mengakui kendala teknis di lapangan seperti keterbatasan armada dan personel, sehingga terkadang sampah sempat menumpuk di tempat pembuangan sampah. Masalah ini menjadi perhatian serius untuk segera dibenahi dan dicarikan solusinya.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Ini bukan sekadar masalah keinginan untuk kembali meraih Adipura, tetapi juga untuk tujuan kesehatan lingkungan,” ujar Taufiq.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menargetkan bisa kembali meraih piala Adipura pada 2018 nanti. Seluruh satuan organisasi perangkat daerah diminta melakukan langkah-langkah untuk mendukung peningkatan kebersihan Kotawaringin Timur, khususnya di Sampit.

Kotawaringin Timur sudah empat kali meraih piala Adipura untuk Sampit sebagai kota kecil terbersih. Dari empat kali piala Adipura itu, yakni tahun 1997, 2012, 2013 dan 2014, tiga di antaranya diraih semasa periode pertama pemerintahan Supian Hadi, bersama pasangannya, HM Taufiq Mukri.

Kebersihan lingkungan ini juga kaitannya dengan tekad pemerintah daerah menjadikan Sampit sebagai kota tujuan wisata. Jumlah wisatawan meningkat signifikan. Masalah sampah dikhawatirkan bisa mengganggu kunjungan wisata jika tidak ditangani serius. (Ant)

Lihat juga...