Tampilkan Ratusan Makanan Lawas, Pasar Kangen Kembali Digelar

YOGYAKARTA – Festival kuliner dan barang lawas paling ditunggu di Yogyakarta, Pasar Kangen, kembali digelar tahun ini. Pameran yang menampilkan makanan tradisional jadul khas Yogyakarta, Pasar Kangen Jogja ke-10, digelar selama 8 hari mulai 22-29 Juli 2017 bertempat di Halaman Taman Budaya Yogyakarta (TBY). 
Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini Pasar Kangen Jogja menghadirkan lebih banyak pedagang dan peraijin tradisional. Terdapat lebih dari 100 pedagang kuliner tradisi, 15 pedagang kerajinan dan 4O pedagang klithikan dengan barang lawasan yang ikut meramaikan acara ini.
Sejumlah stan kuliner dibuka antara lain seperti thiwul, lopis ketan, wedang uwuh, cenil, sate gajih, sate kere, kipo, brongkos koyor, es puter, dan berbagai jenis makanan tradisional lawas khas Jogja lainnya. Sementara produk kerajinan berbasis lawasan juga digelar seperti wayang kardus, topeng kayu, boneka disney, cincin akik, kaset lawasan, piringan hitam, poster dan majalah jadui, kaos motif lawasan dan koleksi buku-buku Iawasan.
Kegiatan Pasar Kangen Jogia sendiri digelar untuk memberikan ruang kepada pelaku seni tradisi di Jogja. Dalam pelaksanaannya, panitia mencoba menyuguhkan Pasar Kangen Jogja untuk memberikan ruang kepada mereka yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisi. Dengan tagline Pasar Aja Ilang Kumandhange, panitia mencoba mengingatkan kembali spirit pasar tradisional yang tidak sekedar jual beli, namun juga membangun hubungan antar manusia dengan nilai-nilai kearifan lokal serta nilai kemanusiaan.
Kepala Taman Budaya Yogyakarta, Diah Tutuko Suryandaru, menyatakan selama pelaksanaan Pasar Kangen Jogja ini secara bersamaan juga digelar festival seni tradisi yang menampilkan 32 kelompok kesenian tradisional. Jenis kesenian tradisi yang ditampilkan adalag musik keroncong, jathilan, reog, wayang orang, kethoprak, wayang kulit, ndolalak, angguk, dan kesenian tradisi Iainnya. Selain itu pada penutupan Pasar Kangen nanti juga akan ada Pergelaran Wayang Kulit Semalam suntuk.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono, berharap Pasar Kangen Jogja dapat memberikan suguhan unik, merakyat sekaligus menghibur bagi warga maupun pengunjung. Ia juga menilai Pasar Kangen Jogja juga menjadi bukti bahwa kegiatan budaya bisa menumbuhkan ekonomi di tengah masyarakat.
“Kegiatan budaya harus bisa menjadi economic engine. Kegiatan budaya dan seni tradisi di masyarakat bisa memutar roda perekonomian warga yang pada akhirnya berkontribusi dalam menumbuhkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. 
Kepala Dinas Kebudayaan Umar Priyono (kanan) dan Kepala Taman Budaya, Diah Tutuko Suryandaru (berblangkon). Foto: Jatmika
Lihat juga...