Puluhan Siswa Kalsel dan Kepri Tukar Kebudayaan

BANJARMASIN – Lima perusahaan negara di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi menggelar pertukaran program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2017 antara dua provinsi: Kalimantan Selatan dan Kepulauan Riau (Kepri). Delegasi peserta SMN terdiri atas 40 siswa pilihan asal kedua provinsi itu.
Pembina Program SMN 2017 Wilayah Kalimantan Selatan, Yuni Suryanto, mengatakan progam SMN bertujuan mengajak generasi muda untuk saling mengenal antar kebudayaan di Nusantara. Saat pembukaan, ia mencontohkan, delegasi asal Kepri tampil membawakan karya sastra dan budayawan milik almarhum Raja Ali Haji. Penampilan delegasi Kepri untuk mengenang dan mengenalkan jasa seorang Raja Ali Haji kepada peserta asal Kalimantan Selatan.
Di atas panggung, mereka menyitir karya sastra Gurindam 12 hasil gubahan Raja Ali Haji. Setelah itu, peserta Kepri menyuguhkan tarian seraya berceloteh menyitir karya Gurindam 12. “Mungkin Raja Ali Haji sudah banyak dilupakan. Dengan saling mengenalkan budaya masing-masing, generasi muda harus menjiwai semangat Raja Ali Haji,” kata Yuni Suryanto saat pembukaan SMN 2017 di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Ahad (23/7/2017).
Koordinator pelaksana lima BUMN di program SMN 2017, Triyana, mengatakan SMN hanya satu dari sekian banyak program di bawah Kementerian BUMN. Ia sangat mendukung porgam ini karena BUMN ingin berkontribusi  secara langsung di masyarakat. Triyana memastikan program SMN tidak hanya sekedar mengenalkan budaya.
“Ini kan siswa pintar-pintar, mereka diseleksi dengan baik. Tapi ada (siswa) yang keterbatasan ekonomi untuk biaya sekolah, melalui program seperti ini bisa terbaca. Jadi bisa berlanjut dengan bea siswa. Sehingga cita-citanya terwujud, kami bisa kuliahkan sesuai BUMN kita,” ujar pria yang merangkap sebagai Direktur Keuangan AirNav itu.
Selain itu, Triyana meminta BUMN membantu siswa-siswi cerdas yang berkebutuhan khusus atau difabel. “Bos-bos BUMN ini mudah saja, tinggal panggil tukang dokter. Nanti mohon dibantu siswa-siswi yang perlu perhatian ini,” ujar Triyana seraya menunjuk seorang delegasi yang difabel.
Adapun Asisten I Bidang Pemerintahan Setdaprov Kalimantan Selatan, Siswansyah memohon BUMN sudi membantu finansial siswa-siswi kelompok miskin atau difabel. Ia mengaku terharu melihat empat siswi SLB yang terpilih mewakili delegasi Kepri dan Kalsel di program SMN 2017.
“Saya enggak bisa bicara lagi, mungkin bapak-bapak yang ada di BUMN bisa bantu. Tapi, inilah kejadian di Indonesia,” kata Siswansyah.
Lihat juga...