SEMARANG – Stok Darah PMI Semarang sempat menipis pada beberapa hari setelah lebaran, kini sudah mulai tercukupi. Libur lebaran yang panjang mengakibatkan Unit Tranfusi Darah Palang Merah Indonesia Kota Semarang sempat mengalami kekurangan stok darah. Namun stok darah kini mulai stabil dengan gencarnya kagiatan donor darah di universitas hingga perkantoran.
Salah satu petugas di PMI Kota Semarang, Habib Maulana, mengatakan, bahwa beberapa hari setelah lebaran stok di PMI memang berkurang. Ada beberapa orang yang membutuhkan darah yang memang pada saat itu stok sedikit. Hal itu membuat pihak PMI justru meminta orang tersebut untuk ikut mencari pendonor sesuai darah yang dibutuhkan, setelah itu masalah proses pengambilan darah bisa dilayani langsung oleh pihak PMI.
Salah satu faktor yang menyebabkan menipisnya stok darah di PMI Kota Semarang adalah karena libur panjang lebaran sehingga banyak pendonor yang mengurungkan niat untuk datang ke PMI dan mendonorkan darah. Selain itu kegiatan donor darah di kampus dan di perkantoran juga tidak bisa dilakukan karena saat itu instansi sedang libur lebaran.

“Selama libur lebaran itu pendonor sangat sedikit, sedangkan permintaan kantong darah dari rumah sakit meningkat. Akibatnya ada beberapa kebutuhan darah yang tidak terpenuhi dengan cepat karena tidak adanya stok. Untung saja keluarga pasien ikut membantu mencarikan pendonor sehingga kebutuhan kantong darah bisa terpenuhi,” ujar Habib saat ditemui, Selasa (11/7/2017).
Untuk meningkatkan persediaan darah pihak PMI Kota Semarang dilakukan aksi donor darah di berbagai tempat. Satu diantaranya bertempat di Universitas Dian Nuswantoro. Selain itu, bus donor darah keliling juga disediakan di dua tempat yaitu di Jalan Pahlawan dan Tembalang.
Saat ini persediaan kantong darah di PMI Kota Semarang sudah stabil. Persediaan kini mencapai 2461 kantong darah. Namun persediaan tersebut dapat berubah tiap jam karena banyak permintaan dan pemasukan kantong darah.
Seorang pendonor, Eko Amirul, mengaku rutin melakukan transfusi darah setiap tiga bulan sekali. Dirinya mengaku tidak tahu kalau pada saat libur panjang kemarin PMI Kota Semarang mengalami kekurangan stok darah.
“Saya donor darah sudah sering ya minimal tiga bulan sekali. Dapat banyak manfaat dari donor darah satu di antaranya badan bisa jadi lebih segar dan jika tidak donor, badan jadi terasa tidak enak,” pungkas Eko.
Eko mengapresiasi pihak PMI Kota Semarang yang bergerak cepat untuk mengadakan aksi donor darah di tempat-tempat umum. Namun dirinya juga berharap agar PMI Kota Semarang dapat juga mengumumkan jika adanya kekurangan stok darah, terutama kepada para pendonor yang rutin, supaya kekurangan stok darah bisa diminimalisir.