Mahasiswa Polinema Kembangkan Kincir Angin Sumbu Vertikal Naca 3412

MALANG –— Energi angin merupakan salah satu bentuk energi yang dapat terbarukan dan dapat dengan mudah diproduksi kembali melalui proses alam. Sedangkan listrik sangat dibutuhkan oleh banyak orang.

Melihat fakta tersebut, empat orang mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) yakni Putradana Setihadi, Erlin Ananda Pralisti, Utut Pandu Wicaksana, dan Tri Suharno dengan arahan dosen pendamping Bambang SAP mencoba menghadirkan sebuah inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang ramah lingkungan.

“Awalnya saya berpikir bahwa angin adalah energi gratis, sedangkan listrik dibutuhkan banyak orang. Dari situ kemudian kami terpikirkan untuk memanfaatkan energi angin agar dapat menghidupkan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Karena selama ini yang banyak digunakan PJU adalah solar cell,” jelas ketua kelompok, Putradana Setihadi, kepada Cendana News.

Putra menyampaikan bahwa kincir angin yang ia buat bersama anggotanya tersebut merupakan kincir angin sumbu vertikal yang mengadopsi airfoil dari pesawat terbang dengan tipe Naca 3412. Menurutnya, dari sekian banya tipe airfoil yang ada, pemilihan tipe Naca 3412 karena bentuknya lebih sederhana.

“Tipe airfoil sendiri sebenarnya bermacam-macam, ada Naca 6412, Naca 3412, Naca 4412 dan beberapa tipe lainnya. Dan kali ini kita sengaja menggunakan tipe Naca 3412 karena dianggap lebih sederhana,” akunya.

Menurut Putra, pembuatan kincir angin dengan model sumbu vertical dipilih agar angin dari arah manapun bisa memutar kincir tersebut. Karena jika menggunakan model kincir angin Belanda atau sumbu horizontal maka kincir hanya bisa menangkap angin dari satu sumbu saja.

Sementara itu salah satu anggota, Erlin Ananda Pralisti menjelaskan cara kerja Kincir angin sumbu vertikal Naca 3412. Cara kerja dari alat tersebut yakni kincir harus terkena angin minimal 3-6 meter per second. Setelah terkena angin otomatis kincir akan berputar dan putaran tersebut akan di ubah oleh generator menjadi arus energi listrik.

“Fungsi generator disini adalah untuk merubah energi kinetik menjadi energi listrik,” terangnya. Nantinya energi listrik yang dihasilkan kemudian akan disimpan di dalam aki.

Menurut Erlin, Hukum aerodinamika juga di terapkan pada kincir angin sumbu vertikal Naca 3412 agar angin dari semua penjuru arah akan masuk sehingga kincir bisa berputar dengan cepat. Dari kincir angin berdiameter 30 cm tersebut mampu menghasilkan energi listrik hingga 25 watt.

“Tapi apabila diameternya diperbesar lagi, energi listrik yang dihasilkan juga semakin besar,” ungkapnya.

Putra kembali menuturkan, penelitian mengenai Kincir angin sumbu vertikal Naca 3412 memakan waktu selama hampir lima bulan sedangkan untuk membuat alatnya sendiri hanya butuh waktu 2-3 minggu.

“Alhamdulillah Kincir angin sumbu vertikal Naca 3412, kemarin juga telah berhasil menyabet juara satu di bidang energi dalam ajang Inovasi Teknologi (Inotek) Kota Malang,” pungkasnya.

 

Lihat juga...