RABU, 14 JUNI 2017
SOLO — Jelang arus mudik lebaran 2017, Polres Karanganyar, Jawa Tengah, kian intens melakukan pengawasan kelaikan kendaraan angkutan lebaran. Hasilnya, sejumlah penumpang bus tujuan Jakarta terpaksa diturunkan, karena bus tersebut tidak memenuhi kelaikan jalan.
![]() |
| Petugas temukan ban vulkalisir yang sobel |
Kejadian ini bermula saat Satuan Lalulintas Polres Karanganyar, bersama Dinas Perhubungan setempat menggelar pemeriksaan kelaikan jalan bagi bus antar kota dalam propinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP), di Terminal Tegalgede, Karanganyar, Rabu (14/6/2017). Satu persatu bus diperiksa oleh petugas, baik surat-surat kelengkapan maupun kelaikan jalan.
Sebuah Bus AKAP yang baru masuk terminal tak luput dari petugas dan diminta untuk menepi untuk dilakukan pemeriksaan. Petugas kaget saat sopir diminta kelengkapan surat-surat kendaraan, namun yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan. “Belum ada, Pak. STNK ketinggalan di garasi. Ini tadi hanya nyoba bus karena baru beli,” kilah Sunarwan, yang mengaku sebagai kernet.
Oleh petugas, Sunarwan diminta untuk memanggil sopir resmi bus tersebut. Petugas yang meminta SIM, dibuat geleng-geleng kepala, karena SIM milik yang bersangkutan rupaya telah mati atau kadaluwarsa. “Wah, ini tidak beres. Penumpang diminta turun saja,” pinta AKP Ahdi, selaku Kasat Lantas Polres Karanganyar kepada salah satu anggotanya.
![]() |
| Penumpang diturunkan karena bus tak laik jalan |
Sejumlah penumpang pun diminta turun dan mengambil barang bawaanya. Mereka mengaku naik bus tujuan Jakarta, itu sebelumnya telah membeli tiket di agen. “Mau ke Cikarang, Jakarta. Diminta turun katanya mobilnya tidak layak jalan,” ucap Dewi, salah satu penumpang kepada Cendana News.
Ketidakberesan Bus AKAP itu semakin parah, saat salah satu penumpang mengaku dapat naik meski tanpa tiket. Parahnya, perempuan ini naik bus saat berada di persimpangan traffic light dengan cara mengehentikan laju bus. “Saya tidak punya tiket. Ini tadi naik dari lampu merah situ,” ungkap Wini, perempuan asal Karanganyar yang mengaku akan berjualan Kopi di Jakarta.
Petugas yang kembali memeriksa kelaikan jalan menemukan kondisi ban yang sangat membahayakan bagi penumpang. Selain menggunakan ban vulkalisir, ban belakang sebelah kanan terlihat sobek yang cukup besar. Kondisi tersebut membuat kondisi kelaikan jalan semakin dipertanyakan.
“Karena melihat surat-surat tidak ada, dan kondisi mobil juga tidak memungkinkan, kita lakukan tindakan tegas, yakni tidak boleh melanjutkan operasi dan penumpang kita turunkan,” tambah Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri S. yang memimpin jalannya operasi tersebut.
![]() |
| AKBP Ade Safri Simanjuntak |
Selain mengecek kelaikan jalan, Polres Karanganyar juga menggelar test urine untuk mengetahui adanya penyalahgunaan obat berbahaya yang dikonsumsi sopir. “Test urine ini untuk pengecekan ada tidaknya sopir yang mengkonsumsi narkoba. Hasilnya belum kita temukan, dan akan kita gelar rutin hingga saat arus mudik lebaran nanti,” pungkas Ade. (Harun Alrosid/ Koko Triarko/ Foto: Harun Alrosid)
Source: CendanaNews


