SELASA, 4 APRIL 2017
PADANG — Suasana rindang dan sejuk dengan puluhan bahkan ratusan pohon pinus menjadi daya tarik tersendiri saat mengunjungi sebuah tempat di Kenagarian Aripan, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Dengan sebuah gerbang bergonjong seakan memanggil Cendana News untuk singgah bareng sejenak. Di sudut pandangan mata, dari pintu masuk terlihat sebuah atap bangunan yang cukup besar, semak belukar hampir menjadi dinding alami dari bangunan bersejarah tersebut.
Saat membaca prasasti yang ada di dalam bangunan tersebut, terukir sebuah tanda tangan dari Presiden kedua Republik Indonesia yang isinya “”Acara Pekan Penghijauan Nasinal XXII 1982 yang diresmikan oleh Presiden Soeharto 23 Desember 1982”. Ini juga sekaligus membuktikan bahwa Bapak Pembangunan tersebut pernah menginjakkan kakinya di daerah yang sangat jauh dari pusat ibu kota provinsi maupun kabupaten.
Kedatangan Presiden pada acara Pekan Penghijauan Nasional XXII Tahun 1982 meninggalkan sebuah kesuksesan di daerah tersebut, dimana terdapat banyak sekali pohon pinus sebagai bukti dari program. Penghijauan yang pada daerah Solok memang terlihat, sakingnya hijaunya, semak belukar pun tetap dijaga.
Miris memang, awal memasuki tempat yang berada dekat dengan lokasi view pemandangan Danau Singkarak itu, dibuat sebuah gerbang yang memiliki gonjong. Gerbang itu pun terlihat tidak terurus, dan sampah-sampah pun bertebaran di sekitarnya.
Belum lagi saat menuju sebuah bangunan yang didirikan, yang berada sekitar 20 meter dari gerbang itu, juga sulit dikenali karena tingginya semak belukar yang membulit tempat tersebut. Jika Anda yang pertama kali melintasi jalan itu, mungkin tidak akan mengenali, bahwa ada tempat di Aripan yang memiliki sejarah kedatangan Presiden ke-2 RI di Kabupaten Solok.
Seorang Sejarawan, Mestika Zed yang dihubungi Cendana News menyebutkan, suatu kebanggaan bagi masyarakat di Aripan karena dikunjungi oleh orang nomor 1 di Indonesia ketika itu, dalam acara yang cukup besar. Hari itu pun menjadi bersejarah bagi proses munculnya Gebu Minang, yang merupakan bentuk kepedulian Soeharto terhadap nagari dan perantau Minangkabau.
![]() |
| Semak belukar di lokasi bersejarah di Solok |
Seorang presiden yang sangat disegani oleh rakyatnya, namun memiliki waktu dan bersedia mendatangi daerah terpelosok yang berada di Kabupaten Solok itu. Tentunya kunjungan itu memiliki makna tersendiri bagi masyarakat di Aripan. Persoalan tidak terawat dan diurusnya tempat bersejarah itu, sangat disayangkan oleh Mestika, karena masyarakat setempat telah merugikan diri sendiri.
“Yang dapat saya kritisi di sini ialah, pemerintah dan masyarakatnya tidak mampu menjaga nilai sejarah yang ada di Aripan itu. Padahal jika tempat itu dijaga dan dirawat, akan menjadi nilai poin tersendiri bagi pemerintah dan masyarakatnya, karena Presiden Kedua di Indonesia pernah datang ke daerah pelosok ketika itu, yang kabarnya menggunakan helikopter,” ujarnya, ketika dihubungi, Selasa (4/4/2017).
Ia mengakui, meski sejarah yang berada di Aripan tersebut yang tidak memiliki nilai atau dampak yang besar di Indonesia, setidaknya masyarakat di Aripan bangga punya sejarah pernah ada presiden kedua peduli terkait kegiatan pekan penghijuan nasional tersebut. Menurutnya, jika tempat itu dirawat, bisa dijadikan berbagai kegiatan atau bahkan tempat sejarah lokal.
Mestika melihat, jika hal semacam itu tidak dijaga, maka terkesan pemerintah setempat tidak mampu untuk menjaga nilai sejarah yang ada, meskipun sejarah yang bersifat lokal.
Mestika berharap, pemerintah dan masyarakat setempat kembali peduli dengan tempat di Aripan itu, karena tidak semua tempat ada seperti yang ada di Aripan tersebut. Sejarah kedatangan Soeharto ke Solok, jika bisa dijadikan memotivasi para pemuda setempat, untuk lebih peduli dengan Aripan, apalagi disana juga memiliki pemandangan yang indah.
![]() |
| Perjalan menuju ke lokasi bangunan bersejarah di Solok |
Sementara itu, warga setempat Gilang mengatakan, tempat yang ada bangunan itu memang tidak pernah ada orang yang mendatanginya, sehingga terlihat tidak terurus dan semak belukar pun mengepung tempat itu.
Ia mengkui, mengetahui tempat tersebut merupakan tempat yang pernah didatangi oleh Presiden kedua Soeharto. Namun ia menyatakan, tidak mengetahui secara pasti, apa penyebab pemerintah tidak begitu memperdulikan tempat bersejarah tersebut.

