Kenangan Koperasi Kenanga Bersama Presiden Soeharto di 1987
Editor: Mahadeva WS
PADANG – Koperasi Kenanga, yang terletak di Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Padang, Sumatera Barat, menjadi saksi, bagaimana kepedulian pemerintahan Presiden RI kedua HM. Soeharto terhadap koperasi.
Koperasi Kenanga, yang sudah berdiri puluhan tahun lalu, pada awalnya, berdiri dari inisiasi masyarakat murni. Melihat kondisi perekonomian masyarakat yang membutuhkan dukungan dana, masyarakat menginginkan ada koperasi yang bisa menopang kebutuhan tersebut.
Eli Basrida, Ketua Koperasi Kenanga, mempunyai banyak cerita dari pengurus sebelumnya. Tentang perjuangan anggota mendirikan Koperasi Kenanga. Dan hingga akhirnya, keberadaan Koperasi Kenanga mampu memberikan hasil yang membahagiakan. Koperasi Kenangan mendapatkan banyak bantuan, mulai dana dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat masuk ke lembaga tersebut. Hingga akhirnya, Koperasi Kenanga memiliki modal yang cukup, untuk mengembangkan sayap, membantu perkembangan ekonomi masyarakat luas.
“Dulu itu manajemen pengurus koperasi sangat bagus. Bahkan ketua koperasi tidak pernah digantikan, dan tetap dipimpin oleh seorang perempuan yang kini sudah memasuki lansia. Kesejahteraan benar-benar dirasakan oleh anggota,” ungkap Eli, Rabu (14/11/2018).
Manajemen yang bagus, menjadikan Koperasi Kenanga, dipantau oleh pemerintah pusat yang kala itu dipimpin Presiden Soeharto. Beberapa tahun berjalan, di 1987, Koperasi Kenanga di undang ke Jakarta, untuk menerima penghargaan dari Presiden Soeharto. Penghargaan yang diterima merupakan penghargaan yang bergensi. Belum banyak koperasi yang muncul dan memiliki penilaian bagus. Untuk itu, Koperasi Kenanga merasa, penghargaan dari presiden, menjadi sebuah penghargaan yang amat besar.
Dalam ingatan Eli, yang saat itu masih menjadi anggota, Pak Harto memberikan pesan kepada pengurus, koperasi perlu digiatkan, karena koperasi dapat membenahi perekonomian masyarakat untuk Indonesia. “Kita di Koperasi Kenanga, RAT itu tidak pernah lewat tanggal 10 Januari. Pak Harto menitik beratkan penilaian, koperasi berprestasi itu salah satunya di sana. Hal tersebut juga menjadikan koperasi kami berhak mendapatkan sertifikat penghargaan dari Pak Harto,” jelasnya.
Kepedulian pemerintah di Presiden Soeharto terhadap koperasi, tidak terlepas dari langkah awal Pak Harto di 1967, ketika masih menjadi Pejabat Presiden. Pada awal pemerintahannya, perhatian Pak Harto tertuju sektor pertanian dan koperasi. Langkah awalnya, membenahi kondisi perkoperasian di Indonesia.
Di bawah naungan Menteri Perdagangan dan Koperasi yang dipimpin oleh Ashari Danudirdjo (alm), dan Achmad Tirotsudiro (alm), sebagai Deputi Menteri Bidang Koperasi, perubahan diawali. Pak Harto, mengembalikan koperasi pada azas yang sebenarnya, dan melepaskan dari pengaruh-pengaruh politik.
Kalau itu, Menteri Ashari, mendapat tugas untuk merumuskan Rancangan Undang-undang tentang Pokok-pokok Perkoperasian, guna menggantikan Undang-undang No.14/1965. Ashari bersama DPR-GR, membahas Rancangan Undang-undang tentang Pokok-pokok Perkoperasian yang akan menjadi landasan kebangkitan koperasi.
Koperasi Kenanga, menjadi salah satu koperasi yang ikut merasakan bentuk kepedulian pemerintah, sehingga membuat semangat dan motivasi pengurus terus berjalan. “Membangun koperasi memiliki asas kekeliruan. Hal ini lah yang selalu kita tanamkan dari pengurus ke anggota. Alhamdulillah sampai saat ini Koperasi Kenanga masih menjadi penumpang ekonomi masyarakat di Jati Baru,” ungkapnya.
Saat ini, Koperasi Kenanga bisa memberikan pinjaman hingga Rp100 juta kepada anggota. Hal itu membuktikan, kondisi modal Koperasi Kenanga dalam keadaan stabil. Hebatnya lagi, sampai saat ini dari pinjaman itu, tak ada sedikitpun yang menunggak. “Saya yang kini menjadi ketua koperasi memiliki tanggung jawab meneruskan cita-cita Koperasi Kenanga sejak awal berdiri, yaitu membantu perekonomian masyarakat, dan menanamkan asas kekeluargaan dalam beroperasi,” pungkasnya.