Jalan Berlubang, Warga Inisiatif Tambal Jalan dengan Semen

JUMAT, 14 APRIL 2017

PONOROGO — Akibat jalan berlubang, banyak kendaraan yang melintasi jalan raya dari Kecamatan Jetis hingga Kecamatan Ngrayun harus berhati-hati. Jika tidak, maka nyawa bisa menjadi taruhan, banyak pengendara yang tidak waspada akhirnya harus menerima luka dan bahkan meregang nyawa.

Sri Widodo dan anaknya saat menambal lubang jalan.

Sudah hampir 3 kali terjadi kecelakaan sejak awal Januari lalu. Atas kejadian tersebut, salah satu warga Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Sri Widodo (55), mengambil inisiatif menambal jalan berlubang di sekitar rumahnya di Jalan Raya Pemuda, Bungkal, dengan menggunakan semen.

“Lubang yang berada di tengah jalan membahayakan pengguna jalan termasuk saya sendiri,” jelasnya kepada Cendana News saat ditemui di lokasi, Jumat (14/4/2017).

Guru SMPN 1 Slahung ini bahkan mengajak putranya untuk ikut menambal jalan. Putranya bertugas membawa adukan semen dengan menggunakan angkong (gerobak kecil-red) sembari mengatur lalu lintas agar tidak berbahaya dan Widodo bertugas menambal jalan.

“Mumpung hari libur dan ada bahan satu karung semen di rumah, jadi saya berinisiatif menambal jalan, meski hanya di sekitar rumah saya. Semoga bermanfaat,” ujar bapak tiga orang anak ini.

Menurut Widodo, meski hanya dilakukan penambalan dengan menggunakan semen, ia berharap ada perhatian pemerintah terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Ponorogo terhadap kondisi jalan raya yang ada di sepanjang jalan Kecamatan Jetis hingga Kecamatan Ngrayun yang banyak lubang dan dalam.

“Setidaknya ada sekitar 10 desa antar kecamatan tersebut yang kondisi jalannya sudah rusak,” tuturnya.

Sementara itu, ditemui di lain tempat, Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno, menambahkan, pihaknya bersama Pemkab Ponorogo kini tengah fokus terhadap perbaikan infrastruktur jalan raya di seluruh kawasan Ponorogo terutama di area pegunungan yang kondisinya memang rusak parah.

“Kami sudah siapkan dana untuk lebih fokus terhadap perbaikan jalan raya,” cakapnya.

Mulai tahun 2017, realisasi pemberian dana sebesar Rp300 juta per tahun per desa difokuskan terhadap perbaikan jalan.

“Supaya roda perekonomian masyarakat bisa lebih maju lagi ke depan,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Charolin Pebrianti

Source: CendanaNews

Lihat juga...