Ibadah Jumat Agung Visualisasikan Penyaliban Yesus

JUMAT, 14 APRIL 2017

LAMPUNG — Perayaan ibadah peringatan Jumat Agung dalam rangkaian Tri Hari Suci Paskah mulai diperingati oleh umat Katolik di unit pastoral Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, di gereja Santo Kristoforus. 

Perarakan pastor, misdinar, dan lektor dalam ibadah Jumat Agung di gereja Santo Kristoforus Bakauheni.

Ibadah yang dimulai pukul 15:00 WIB tersebut dihadiri oleh ratusan umat Katolik dari stasi Bakauheni, stasi Pasuruan, stasi Palas serta beberapa stasi lain yang berada di wilayah unit pastoral Bakauheni. Prosesi Jumat Agung diawali dengan perarakan pemimpin ibadah bersama beberapa misdinar dan petugas lektor yang bertugas dalam ibadah peringatan wafat Yesus Kristus yang diimani umat Kristiani sebagai juru selamat dengan peristiwa penyaliban ribuan tahun silam.

Perayaan liturgi ibadah Jumat Agung yang digelar dua hari sebelum peringatan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus dan sehari sesudah peringatan Kamis Putih menjadi rangkaian tri hari suci (Tri Duum) bagi umat Katolik sebelum perayaan vigili Paskah atau malam Paskah pada Sabtu malam (15/4/2017) dan Minggu Paskah (16/4/2017) yang akan dirayakan dengan perarakan lilin paskah.

Dipimpin oleh pastor pembantu unit pastoral Bakauheni, Romo Wolfram Safari, Pr, umat merayakan prosesi Jumat Agung dari mulai liturgi sabda hingga liturgi lainnya. Khusus untuk liturgi bacaan Injil Suci berbeda dengan ibadah pada hari biasa dengan dibacakan. Khusus pada ibadah Jumat Agung divisualisasikan melalui dramatisasi kisah perjalanan Yesus mulai dari berdoa di Taman Getsemani hingga proses disalibkan dengan menyesuaikan kisah Injil Yohanes.

Sebanyak 50 orang dilibatkan dalam visualisasi kisah sengsara Yesus Kristus di antaranya melibatkan Orang Muda Katolik (OMK) dan puluhan anggota Sanggar Kuncup Berseri dari SMKN 1 Kalianda dengan menggelar latihan selama beberapa minggu dan latihan tahap akhir drama kisah sengsara (pasio) Yesus Kristus beberapa jam sebelum divisualisasikan. Adegan demi adegan kisah sengsara Yesus Kristus tersebut menurut sang sutradara drama, Fransiskus Xaverius Budi Jatmiko, merupakan sebuah visualisasi dari kisah sengsara Yesus Kristus berdasarkan Injil Yohanes.

“Kita visualisasikan setiap ayat dari Injil Yohanes tentang kisah sengsara Yesus Kristus dari mulai berdoa di Taman Getsemani hingga diarak oleh para serdadu Romawi untuk disalibkan di atas Bukit Golgota,” ungkap sang sutradara kisah sengsara Yesus Kristus Fransiskus Xaverius Budi Jatmiko, sesaat sebelum penampilan visualisasi kisah sengsara Yesus, Jumat siang (14/4/2017).

Visualisasi drama kisah sengsara Yesus Kristus yang dimainkan oleh anggota OMK dan Teater Kuncup Berseri mengambil setiap sudut gereja Santo Kristoforus dengan kostum dan properti seperti pada zaman pemerintahan Pontius Pilatus di masa kekaisaran Romawi. Umat yang hadir bahkan terlihat terisak dan menangis saat Paulus Indra Lesmana yang menjadi tokoh Yesus Kristus disesah, dicambuk dan diseret untuk disalibkan. Visualisasi penyaliban Yesus tersebut bahkan membuat umat semakin melihat detik demi detik proses pengadilan Yesus Kristus di hadapan Pontius Pilatus.

Visualisasi kisah sengsara Yesus Kristus tersebut diakhiri dengan prosesi penyesahan dan penyaliban Yesus Kristus di sebuah kayu salib dengan prajurit-prajurit Romawi yang bertugas menyalibkan Yesus diakhiri dengan Yesus yang tergantung disalib yang ditulisi INRI. Selanjutnya diturunkan untuk dimakamkan atas permintaan para murid.

Visualisasi penyaliban Yesus Kristus dalam ibadah Jumat Agung tersebut, menurut Pastor Wolfram Safari, Pr merupakan gambaran nyata pada kisah sengsara Yesus yang terjadi ribuan tahun lalu dan dengan drama tersebut umat bisa lebih menghayati karya penebusan. Sebab dengan adanya kisah sengsara Yesus Kristus dalam visualisasi tersebut akan semakin memperlihatkan pengorbanan Yesus ketika disalib.

“Pada perayaan sebelumnya, bacaan Injil dibacakan oleh imam dan lektor namun dengan kreativitas anggota OMK, kisah penyaliban Yesus bisa divisualisasikan dengan baik,” ungkap Pastor Wolfram Safari, Pr.

Liturgi pembacaan Injil yang sudah divisualisasikan dengan drama penyaliban Yesus tersebut, menurut Pastor Wolfram Safari menjadi pengingat bagi umat Katolik untuk menghargai karya penebusan Yesus Kristus disalib. Penghormatan dan juga simbol pengorbanan Yesus disalib tersebut ditunjukkan dengan liturgi penghormatan salib.

Visualisasi kisah sengsara Yesus Kristus dalam pasio oleh OMK dan Sanggar Kuncup Berseri.

“Seusai visualisasi ini, kita umat Katolik mencium salib sebagai simbol penghormatan atas pengorbanan Yesus disalib yang menjadi puncak iman Kristiani akan sengsara dengan wafat dan kebangkitan Yesus,” ungkap Pastor Wolfram Safari.

Pantauan Cendana News, perayaan ibadah Jumat Agung di gereja Santo Kristoforus terlihat dijaga ketat oleh personil Polsek Penengahan di antaranya Bripka Hendrik dan Inspektur Satu Eduansyah yang melakukan pengamanan di luar gereja Santo Kristoforus selama pelaksanaan ibadah Jumat Agung umat Katolik berlangsung.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Source: CendanaNews

Lihat juga...