Sepanjang 2016, Penjualan Rumah Kelas Menengah Anjlok

SENIN 6 MARET 2017

BALIKPAPAN—Penjualan rumah kelas menengah di kota Balikpapan sepanjang  2016 tercatat mengalami penurunan yang signifikan. Hal itu diakibatkan masih belum pulihnya ekonomi daerah, ditambah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih terjadi di Kalimantan Timur. 
Ketua Real Estate Indonesia Cabang Balikpapan Edi Djuwadi.
Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, dari hasil survei indeks harga properti residensial yang dilakukan pada 30 pengembang perumahan setempat, bahwa terjadi perlambatan laju pertumbuhan harga akibat menurunnya permintaan. Turunnya permintaan perumahan kelas menengah itu diakui Ketua Real Estate Indonesia Cabang Balikpapan, Edi Djuwadi. 
“PHK salah satu penyebab anjloknya permintaan rumah kelas menengah. Akibat PHK itu tak sedikit yang harus memutuskan untuk pulang ke daerah asalnya. Ada juga yang tidak meneruskan cicilannya,” katanya Senin, (6/3/2017).
Kondisi berbeda untuk permintaan perumahan murah atau rumah subsidi pemerintah. Edi mengatakan penjualan rumah murah meningkat drastis, sehingga banyak pengembang yang melanjutkan pembangunan ke perumahan subsidi. 
Meski realisasi permintaan perumahan menengah anjlok pada tahun lalu, dia optimis tahun ini penjualan rumah menengah akan membaik. Karena kondisi ekonomi daerah diperkirakan tumbuh kendati tidak terlalu signifikan. 
“Tetap optimislah tahun ini akan ada perubahan dan membaim untuk penjualan rumah menengah. Itu ditunjukkan pada awal tahun sudah ada konsumen yang menanyakan rumah menengah,” bebernya. 
Edi menargetkan tahun ini pertumbuhan penjualan mencapai 20%. Pengembang sudah memiliki ready stock untuk dijual baik rumah baru dan take over
Sementara itu, Bank sentral mencatat indeks harga properti residensial (IHPR) primer di Kota Balikpapan tumbuh melambat atau hanya 0,08% (qtq) pada kuartal IV/2016 dibanding realisasi pertumbuhan kuartal sebelumnya. 
Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti

Lihat juga...